(Taiwan, ROC) – Pidato inaugurasi Presiden Tsai Ing-wen merupakan hal yang paling diamati oleh banyak pihak, termasuk para pakar ahli di Amerika Serikat. Direktur Utama Pacific Forum CSIS, Ralph Cossa, dan Wakil Kepala Senior Dewan Urusan Bidang Luar Negeri, Donald S. Zagoria, menyambut baik dan menyebutkan bahwa hasil pidato yang disampaikan oleh Tsai Ing-wen jauh lebih baik dari yang diprediksikan sebelumnya, namun untuk ke depannya masih tetap harus melihat kembali perkembangan situasi hubungan antara Amerika dan Daratan Tiongkok.
Dalam forum diskusi yang digelar oleh Japan Society bertajuk “The Asia-Pasific Power Balance”, Ralph Cossa berpendapat berkenaan dengan isu hubungan antar selat, hingga saat ini pihak Amerika berpendapat pidato yang disampaikan oleh Tsai Ing-wen saat inaugurasi sangat positif dan lebih baik dari yang diprediksikan.
Namun Ralph Cossa juga mengamati bahwa sikap yang diambil oleh pihak Daratan Tiongkok seusai pidato Tsai Ing-wen adalah memposisikan Amerika sebagai pihak yang berkontradiksi dengan Daratan Tiongkok, dimana langkah ini adalah yang pertama kalinya dilakukan selama kurun waktu 12 tahun terakhir ini terkait isu Taiwan.
Ralph Cossa menjelaskan bahwa selama 8 tahun terakhir ini, hubungan antara Amerika dan Taiwan terbilang berada dalam kondisi “Bulan madu”. Hal ini dikarenakan Presiden Ma Ying-jeou tidak dikategorikan oleh Amerika sebagai pembuat masalah dalam menjalankan pemerintahan, sehingga mempercepat berbagai proses terkait isu Taiwan.