Taiwan adalah lokasi paling mahal ke 11 di wilayah Asia Pasifik bagi paket gaji ekspatriat, demikian berdasarkan suatu survei dari ECA International, suatu perusahaan penasehat sumber manusia yang berbasis di London, Inggris.
Survei “MyExpatriate Market Pay Survey” terbaru dari ECA menemukan, perusahaan yang mengutus manajer tingkat menengah ke Taiwan menawarkan gaji rata-rata USD233.000 per tahun.
Menurut survei, angka tersebut lebih rendah dari Tokyo sebagai lokasi paling mahal di Asia, dan juga dari Hong Kong, Singapura dan beberapa kota tingkat satu di Daratan Tiongkok. Tapi angka untuk Taiwan itu lebih tinggi sedikit daripada banyak kota tingkat dua Daratan Tiongkok, dan hampir setara dengan paket ekspatriat di Vietnam.
“Bagi perusahaan yang berusaha mendirikan operasi di wilayah tersebut, Taiwan menawarkan alternatif lebih hemat untuk gaji ekspatriat dibandingkan kota-kota utama Daratan Tiongkok,” kata Lee Quane, direktur wilayah Asia ECA.
“Meskipun nilai paket telah meningkat dalam satu tahun terakhir untuk kedua lokasi tersebut, angka peningkatan keseluruhan di Daratan Tiongkok lebih tinggi dibandingkan Taiwan,” jelas Quane.
Survei ECA menunjukkan, paket rata-rata bagi manajer ekspatriat tingkat menengah di Taiwan diranking pada urutan ke 11 untuk wilayah Asia Pasifik, menyusul di belakang Jepang, Australia, India, Daratan Tiongkok, Hong Kong, Singapura, Thailand, Indonesia, Korea Selatan dan Filipina.
Jepang tetap merupakan lokasi paling mahal disebabkan beaya kehidupan dan level pajak yang tinggi. Gaji rata-rata seorang manajer ekspatriat tingkat menengah di sana berkisar pada USD379.000 per tahun.