History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Arah Diplomatik, Menlu Lee : Agresif Dan Damai. Antar Selat Harus Win-Win

  • 25 May, 2016
  • Editor
Arah Diplomatik, Menlu Lee : Agresif Dan Damai. Antar Selat Harus Win-Win
Menteri Luar Negeri (Menlu) David Lee Ta-wei (李大維)

(Taiwan, ROC) – Menteri Luar Negeri (Menlu) David Lee Ta-wei (李大維) untuk pertama kalinya, hari ini diundang ke Komite Urusan Luar Negeri, Yuan Legislatif. Ia menyampaikan 8 kebijakan urusan luar negeri dan sekaligus menegaskan Daratan Tiongkok adalah faktor terpenting urusan bilateral dan multilateral Taiwan, mungkin bisa semakin intensif dan bisa menciptakan interaksi yang lebih sehat, diharapkan kedua belah pihak bisa bersabar, bijaksana, menyeleasikan perbedaan pendapat untuk menciptakan kemenangan bersama (win-win).

Menlu Lee menyampaikan : Daratan Tiongkok adalah faktor terpenting urusan bilateral dan multilateral Taiwan, cara interaksi antar selat dengan dunia luar mungkin bisa mengintensifikasi hubungan antar selat, juga bisa lewat interaksi yang sehat membangun tingkat kepercayaan secara bertahap, untuk mendorong perkembangan hubungan antar selat yang positip.

Legislator Johnny Chiang menyampaikan bahwa pada era mantan Presiden Chen Shui-bian (陳水扁) hubungan luar negeri disebut sebagai “Diplomasi jalur keras”, pada masa kepemerintahan Presiden Ma Ying-jeou mengajukan untuk mengistirahatkan tentara diplomatik dan “Diplomatik yang fleksibel”, namun sampai saat ini masih belum terlihat apa arah diplomatik pemerintah yang baru. Menlu merespon bahwa sampai saat ini masih belum dapat diputuskan, meminta publik untuk memberikan sedikit waktu.

Lee mengatakan : pada prinsipnya dapat digambarkan dengan 4 kata (Mandarin), agresif dan damai (Jadi bisa disebut jalur diplomatik agresif dan damai?) juga masih belum dapat dipastikan menggunakan kata-kata itu, karena kami khawatir masih ada pandangan lain, jadi berikan kami waktu, namun “pragmatis” itu sudah pasti.

Berkenaan dengan keikutsertaan Taiwan dalam organisasi dunia, Lee menjelaskan bahwa untuk kedepannya akan berusaha ikut serta dalam pertemuan ICAO ke-39 yang digelar pada tanggal 27 September hingga 7 Oktober di Kanada serta akan terus mengupayakan tetap ikut serta sebagai anggota pengamat dalam UNFCCC serta Organisasi Polisi Kriminalitas Internasional.

Selain itu, soal “Kebijakan Selatan yang baru”, Kemlu siap untuk bekerjasama, jawab menteri, akan mempererat hubungan substantif dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, meningkatkan tujuan ekspor guna mengurangi ketergantungan terhadap satu pasar, mendorong kerja penandatanganan perjanjian kerjasama ekonomi dengan negara-negara lain.

Komentar

Terbarumore