(Taiwan, ROC) – Presiden Tsai Ing-wen baru saja menjabat, dunia menyoroti hubungan lintas selat, mantan wakil ketua ARATS, Wang Zaixi(王在希) menyampaikan, hubungan dengan Taiwan wajib diselesaikan dalam kurun waktu 30 tahun, dapat dimulai dari meresap ke bagian polarisasi politik, pencegahan urusan militer, integrasi ekonomi, hubungan diplomasi, penuturan demikian disalahartikan menjadi ancaman bagi Taiwan.
Juru bicara pengganti kemenhan, Chen Chung-chi pada hari ini menyampaikan, posisi kemiliteran sangat jelas, yakni menjalankan tugasnya di bawah struktur konstitusi.
Chen Chung-chi(陳中吉) mengatakan, “ jawaban saya sangat mudah, yang pertama adalah posisi kita berada pada struktur konstitusi, mempersiap dengan matang tugas pelatihan, hal ini tidak mudah untuk diragukan, mengenai isi selama 30 tahun yang Anda sampaikan, saya tidak berkomentar.”
Tidak hanya hubungan lintas selat, melainkan juga bagaimana pemerintah baru menghadapi hubungan bilateral Taiwan-Jepang, persengketaan perairan Okinotorishima menjadi sorotan dunia. Ada media internasional yang memberitakan, kapal perang patroli Republik Tiongkok telah meninggalkan perairan sekitar Okinotorishima, pihak Yuan Eksekutif membangun mekanisme dialog Taiwan-Jepang untuk diskusi urusan kelautan, namun pihak patroli tidak memberikan komentar dan menekankan pihak patroli tidak melakukan pelanggaran instruksi, mereka tetap mendukung dan memberikan perlindungan bagi nelayan Taiwan, kebijakan kemenhan tidak pernah akan berubah.
Direktur divisi operasi gabungan kemenhan, Chung Shu-ming (鍾樹民) mengatakan, “berkaitan dengan petugas patroli melindungi nelayan, angkatan laut mendukung petugas patrol dan konsep ini tidak akan berubah, poin kedua, dalam rangka memperkuat kemampuan komunikasi dan pengaturan jarak kapal tempur, angkatan laut mengutus pasukannya guna menjalankan pelatihan di perairan Timur, pelatihan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah diatur, selama menjalankan masa tugas melakukan komunikasi baik dengan petugas patroli kapal perang dan menjalankan kebijakan perlindungan nelayan yang menguntungkan.”
Chung Shu-ming (鍾樹民) menekankan, melindungi keamanan nasional dan menjamin kesejahteraan rakyat, menjadi tanggung jawab dan kewajiban militer.