History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai menyampaikan penghormatan kepada mendiang bapa negara Dr. Sun Yat Sen

  • 23 May, 2016
  • Editor
Presiden Tsai menyampaikan penghormatan kepada mendiang bapa negara Dr. Sun Yat Sen
Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan penghormatan kepada mendiang bapa negara Dr. Sun Yat Sen di Kuil Martir Revolusi Nasional

(Taiwan, ROC) Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文), didampingi Wakil Presiden Chen Chien-jen (陳建仁) dan para pemimpin lima Yuan, sama-sama menyampaikan penghormatan kepada mendiang bapa negara Dr. Sun Yat Sen dan pahlawan perang di Kuil Martir Revolusi Nasional di Distrik Dazhi, Taipei, Senin, 23 Mei.

Presiden dan para petinggi pemerintah itu tiba di lokasi pada pukul 10 pagi, kemudian mengikuti acara penghormatan yang diawali dengan menyanyi lagu kebangsaan, mempresentasi bunga dan membungkuk tiga kali. Usai acara enam menit itu, Presiden segera meninggalkan kuil.

Menurut kebiasaan di masa lampau, tidak lama setelah resmi diinaugurasi, Presiden baru Republik Tiongkok akan mengadakan upacara persembahyangan untuk menghormati mendiang bapa negara, tapi kali ini upacara persembahyangan diubah menjadi hanya upacara penghormatan.

Juru bicara Kantor Kepresidenan Huang Chung-yen (黃重諺) menerangkan, “Kali ini acara diubah menjadi upacara penghormatan pada mendiang bapa negara dan pahlawan perang. Dibandingkan masa lalu, sekarang kita sudah berada di era demokrasi, maka kita tidak lagi mengadopsi upacara persembahyangan sebagaimana masa lampau. Meski acara lebih sederhana, rasa hormat tidak berubah.”

Pada saat upacara berlangsung, lebih dari 10 tokoh pro-kemerdekaan Taiwan dari Partai Solidaritas Taiwan (TSU) dan organisasi-organisasi pro-kemerdekaan lain mengadakan aksi protes di luar kuil. Mereka mengajukan sikap tidak bisa menerima diteruskannya kegiatan yang mengaitkan Taiwan dengan sejarah Tiongkok, dan menuntut dihentikannya semua acara penghormatan terhadap tokoh-tokoh sejarah era kolonialisme, menggantikannya dengan acara mengenang pahlawan perang Taiwan.

Para pemrotes melambaikan spanduk dan meneriakkan slogan, namun aksi protes berlangsung dengan damai.

Perihal aksi protes ini, jubir Kantor Kepresidenan Huang Chung-yen menegaskan, pemerintah menghormati opini berlainan dan multi-rupa dari setiap kalangan masyarakat.

Komentar

Terbarumore