History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma : status quo 8 tahun dengan perubahan sepihak tidak menguntungkan siapapun

  • 17 May, 2016
  • Editor
Presiden Ma : status quo 8 tahun dengan perubahan sepihak tidak menguntungkan siapapun
Presiden Ma: perubahan status quo secar sepihak tidak menguntungkan bagi siapapun

(Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-jeou pada hari ini(17/5) mengatakan, walaupun kekuatan tempur Republik Tiongkok terus meningkat, akan tetapi “setiap peperangan tidak ada pemenangnya, kedamaian tidak ada kekalahan”, Presiden Ma beranggapan, menghadapi ancaman dari Daratan Tiongkok, antar selat semestinya mendalami rujukan status quo 8 tahun ini, jika ada perubahan sepihak maka kedua belah pihak akan dirugikan.

  

Presiden Ma Ying-joeu pada hari ini(17/5) menuju ke kantor kementerian pertahanan, memberikan rasa penghargaan kepada perwira militer, kementerian pertahanan menayangkan film durasi 12 menit “panglima dan tentara” mereview kehidupan presiden Ma dan militer.

  

Presiden Ma mengatakan, “Ini bukan kami menyombongkan diri, dikarenakan melihat latihan dan kinerja bidang lainnya, pihak militer Amerika menyampaikan, setiap kali datang setiap kali menyaksikan, sebagian besar yang menyaksikan adalah orang-orang yang sama beranggapan bahwa kita mengalami kemajuan.”

  

Meskipun kekuatan militer mendapat keyakinan secara internasional, akan tetapi presiden Ma terus menekankan konsep “perang tidak ada pemenangnya, kedamaian tidak ada kekalahan”. Presiden Ma juga menekankan, walaupun Daratan Tiongkok menjadi ancaman terbesar bagi Taiwan, maka diperlukan hubungan baik dan damai dengan Daratan Tiongkok, agar kedua belah pihak beranggapan jika adanya perubahan status quo sepihak maka akan merugikan keduanya, ini juga merupakan strategi pertahanan pertama bagi Taiwan.

  

Presiden Ma mengatakan, “membiarkan agar kedua belah pihak ikut merasakan, perubahan sepihak terhadap status quo yang diupayakan selama 8 tahun hanya akan memberikan kerugian pada kedua belah pihak, pada saat ia memahami konsep ini maka tidak akan merubah status quo secara sepihak, ini merupakan taktik serangan dalam perang, kemudian melalui konstribusi Taiwan kepada internasional yang dapat mengumpulkan reputasi internasional Taiwan.”

  

Presiden menjelaskan lebih lanjut, Taiwan terus memberikan bantuan kemanusiaan secara internasional, secara bertahap merubah citra nama bangsa agar dunia beranggapan masyarakat Republik Tiongkok patut dihargai, menjadi negara yang mengesankan, Presiden juga menuturkan, secara bertahap meningkatkan posisi Republik Tiongkok di mata internasional menjadi hal yang paling melegakan baginya selama masa jabatannya.

Komentar

Terbarumore