History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tantangan Rahasia Negara Pidato Inaugurasi Presiden

  • 14 May, 2016
  • Editor
Tantangan Rahasia Negara Pidato Inaugurasi Presiden
Tantangan Rahasia Negara Pidato Inaugurasi Presiden

(Taiwan-ROC) – Taiwan telah melewati 3 kali pergantian partai politik. Pidato pelantikan Presiden merupakan sebuah rahasia negara dan yang membantu Presiden sebagai penterjemah adalah para pejabat Kementerian Luar Negeri yang sudah pasti telah mengetahui isinya lebih awal. Para pejabat ini harus menjaga rahasia negara sehingga mereka harus di isolasi di sebuah hotel layaknya sebuah film.

Upacara pelantikan Presiden 20 Mei segera tiba dan Taiwan akan memasukki pergantian partai berkuasa ketiga kalinya dan juga merupakan Presiden wanita pertama dalam sejarah dan pidato pelantikan Presiden terpilih Tsai Ing-wen akan menjadi sorotan utama. Dunia internasional, Daratan Tiongkok maupun domestik, sangat menantikan apakah yang akan dikatanya. Apakah tidak membahas konsensus 92? Atau sependapat dengan konsensus 92, membuat khayalak luas terus menebak-nebak.

Pidato pelantikkan Presiden baru merupakan rahasia negara tertinggi. Selain para petugas inti, para petugas yang dapat mengetahui isi dari pidato tersebut adalah 4 ahli bahasa Inggris, Perancis, Jepang dan Spanyol yang dipilih oleh Kemenlu. Mereka bertugas untuk menterjemahkan isi dari pidato baik lisan maupun tulisan agar para tamu undangan dapat mengerti apa yang disampaikan.

Dua dari penterjemah seniro bahasa Jepang dan Inggris, yaitu Su Ting-dong (蘇定東) dan Lin Yuan-shan (林苑珊) yang telah berkecimpung dalam dunia diplomatik hampir 20 tahun. Mereka adalah senior dan ahli dalam hal ini seperti yang pernah dialami pada pidato pelantikkan Presiden tahun 2000 dan 2008.

Su Ting-dong mengatakan, Taiwan pertama kali mengalami pergantian partai berkuasa pada tahun 2000, menjadi perhatian dunia internasional. Pada tanggal 19 Mei pagi hari tahun tersebut, mendapat perintah dan segera dibawa dengan mobil polisi ke hotel. Pada saat itu diminta untuk menterjemahkan isi pidato 5 ribu kata untuk hari esok. Namun beliau menampilkan kepiawaiannya dengan menyelesaikan sekitar pukul 6 sore.

Membicarakan pengalaman dibawa dan diisolasi di hotel pada tahun 2000, sambil bercanda, dia mengatakan, rasanya seperti ujian masuk perguruan tinggi. Hal yang menarik adalah, pada saat itu Presiden mengingatkan untuk membawa buku terjemahan analek Konfusius. Setelah melihat teks pidato, didapati mengambil kutipan, “Apabila masyarakat dalam negeri bahagia, maka orang asing akan tertarik untuk datang, apabila orang asing yang datang merasakan negri tidak begitu baik, maka kita harus melakukan perubahan”.

Kenangan lain yang sangat dalam bagi Su Ting-dong adalah pada saat tahun 2004 dimana mantan Presiden Chen Shui-bian terpilih kembali, dia juga dibawa ke hotel untuk menterjemahkan satu hari sebelumnya. Kemudian pada waktu-waktu mendekati akhir, salah seorang pejabat datang dan memberikan hong bao. Namun pada saat hari pelantikkan, mantan Presiden Chen menyampaikan pidato diluar dari teks. Dikarenakan pada hari tersebut hujan, mantan Presiden Cheng memasukkan unsur hujan dan mengatakan, “hujan datang disaat yang tepat, membuat kita dapat lebih tenang, membuat kita dapat berdiam sejenak, dan membuat otak dan pikiran kita menjadi lebih jernih”. Pada saat itu Su Ting-dong beranggapan salah melihat teks, namun dia segera menenangkan diri dan melanjutkan terjemahan secara lisan.

Tiba pada tahun 2008 dimana gaya bahasa yang dipergunakan Presiden Ma Ying-jeou sangat berbeda. Pada waktu itu, para penterjemah tidak perlu diisolasi dalam hotel, namun harus mulai bekerja pada tanggal 12 Mei pagi hari. Setiap hari harus melaporkan diri di kantor pusat partai KMT dan meminta kepada setiap penterjemah untuk menanda tangani surat persetujuan menjaga rahasia dan mulai mengerjakannya di salah satu ruang rapat. Meskipun pada saat sudah ada teks pidato, namun Presiden Ma selalu merevisinya setiap hari. Yang terunik adalah, pada suatu hari, para penterjemah mendapati “Presiden Ma hanya mengganti satu tanda ,”.

Hal yang menarik bagi Lin Yuan-shan adalah, isi pidato pelantikan Presiden Ma tahun 2008, isi teks awal pidato dengan teks akhir, sangat berbeda, dikarenakan pada saat menterjemah, Kemenlu menterjemahkan langsung teks mandarin ke inggris. Namun setelah melalui revisi akhir, terjadi perubahan yang sangat besar, membuat para penterjemah semakin mengerti Presiden Ma ingin menyampaikan dengan bahasa Inggris.

Selain sebagai penterjemah, yang membuat Lin Yuan-shan paling menegangkan adalah menunggu didalam ruang penterjemah, menunggu saat-saat pidato Presiden belangsung yang membuat dirinya sangat tegang. Bahkan pernah mendengar rekannya yang terlalu tegang sampai sakit perut atau bahkan “mengigau” semalam sebelumnya.

Namun Su Ting-dong mengatakan, dia tidak menggunakan tekanan sebagai hambatan, bahkan membuatnya menjadi sumber inspirasi dirinya. Sama seperti pelempar bola baseball, harus memusatkan pikiran baru dapat menghadapi tantang

Komentar

Terbarumore