(Taiwan-ROC) Menghadapi perselisihan Okinotorishima antara Taiwan dan Jepang, guna menjamin keamanan dan melindungi keselamatan para nelayannya, Biro Patroli Laut melakukan pengawasan dan penjagaan di daerah sekitar. Presiden Republik Tiongkok (ROC) Ma Ying-jeou hari Jumat (13/5) setibanya di pulau kura-kura (Turtle Island) menyampaikan, beberapa hari belakangan ini waktu yang digunakan nelayan Taiwan yang menangkap ikan hingga sarat dengan hasil tangkapan di kawasan Okinotorishima terlihat jelas lebih pendek, pemimpin negara beranggapan, ini membuktikan adanya peningkatan perikanan di Okinotorishima, Taiwan tidak seharusnya menyerah, dan tidak membiarkan negara-negara lain secara illegal mendekati dan meneruskan tindakan ilegalnya.
Presiden ROC Ma Ying-jeou tanggal 13 Mei pagi melakukan kunjungan ke Turtle Island di daerah Yilan, setelah merapat ke pulau tersebut beliau menyampaikan, saat di kapal tadi beliau telah melihat laporan media terkait dengan penangkapan ikan di kawasan Okinotorishima, yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 7 hari baru bisa memenuhi hasil tangkapan, sekarang hanya dalam waktu 4 hari hasil tangkapan sudah sarat, kabar ini membuatnya senang.
Presiden Ma Ying-jeou mengatakan, “Mereka (nelayan) menyampaikan terima kasih pada saya, begitu mendengarnya saya merasa terhibur dan senang, ini berarti kami memberikan bukti pada semua, kawasan laut penangkapan ikan sangat membantu dalam bidang perikanan Taiwan, tidak seharusnya kita menyerah, juga tidak seharusnya kita membiarkan negara-negara lain secara illegal terus menempati kawasan laut ini.”
Kapal ikan berbendera Taiwan “DongShinJyi No.16” saat beroperasi di kawasan laut Okinotoroshima ditangkap oleh petugas patroli Jepang dan menahan kapal ikan tersebut, setelah memberikan jaminan barulah dilepaskan, pemerintah ROC selain mengemukakan protes keras juga telah mengutus patroli lautnya untuk menjaga keamanan para nelayan Taiwan.
Terkait dengan sengketa Okinotoroshima, menteri luar negeri Jepang beberapa hari lalu sempat mengatakan tidak akan bernegosiasi dengan Taiwan. Pemimpin negara menyampaikan, pihak Jepang yang tidak bersedia melakukan negosiasi dengan Taiwan adalah sikap yang tidak baik, beliau menghimbau agar kedua belah pihak secepatnya menegosiasikan masalah ini.