(Taiwan-ROC) Perdana Menteri Simon Chang, hari Jumat (13/5) menyampaikan, ia beranggapan presiden terpilih Tsai Ing-wen dalam pidato pelantikannya tidak akan mengungkit “Konsensus 92”. Simon Chang mengemukakan, Tsai Ing-wen pandangan antar selat Taiwan sendiri, mengenai apakah dapat menapakkan kaki di kancah internasional atau antar selat Taiwan, seharusnya diselesaikan sendiri oleh partai DPP. Simon Chang pesimis terhadap masa depan hubungan antar selat Taiwan, dan mengemukakan, masa antara 20 Mei hingga berlangsungnya sidang WHA merupakan masa pengamatan yang sangat penting.
Simon Chang mengatakan, “Saya rasa dia (Tsai Ing-wen) seharusnya tidak akan berbicara. Saya rasa disarankan atau tidak juga tidak ada gunanya, ia tidak akan mengatakannya, ada sebagian masalah diselesaikan olah partai DPP sendiri, anda tidak dapat merubah ideologinya, ia memiliki pandangan sendiri, apakah pandangan ini dapat berdiri atau tidak di kancah internasional, dampak yang ditimbulkan bagi antar selat Taiwan, mereka sendiri harus mempertimbangkan dengan jelas. Ia dengan pandangan-pandangannya ini berhasil meraih banyak suara, tentu ia tidak dapat merubahnya.
Membicarakan perkembangan hubungan antar selat Taiwan setelah 20 Mei, Simon chang beranggapan Daratan Tiongkok bisa semakin ketat, sejak beberapa waktu ini jumlah wisatawan Daratan Tiongkok berkurang, masa panen berakhir, dapat terlihat dari keikutsertaan Taiwan dalam pembahasan besi baja internasional, Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mendapat tekanan dan masalah undangan WHA.
Simon Chang menyampaikan, setelah Tsai Ing-wen menyampaikan pidato pelantikan hingga 23 Mei sidang WHA merupakan masa penting untuk pengamatan, akan dapat terlihat arahan masa depan Taiwan dalam hubungan antar selat Taiwan dan keberadaan Taiwan di dunia Internasional, terhadap perkembangan masa mendatang ia tidak berani terlalu optimis.