Presiden Ma Ying-jeou menegaskan, dia tidak mengerti mengapa Partai Progresif Demokratik (DPP) menganggap bahwa Resolusi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) no. 2758 tidak berhubungan dengan Taiwan atau “prinsip satu Tiongkok,” karena resolusi yang diluluskan tahun 1971 itulah yang membuat Republik Tiongkok kehilangan perwakilan di PBB pada tahun yang sama, sementara jumlah negara berhubungan diplomatik juga berkurang dari 60an menjadi 20an negara.
Menurut Ma, setelah mengalami kekalahan terbesar dalam medan diplomatik tersebut, Taiwan juga tidak lagi bisa berpartisipasi dalam segala kegiatan internasional PBB maupun instansi-instansi dibawahnya dan juga organisasi-organisasi internasional lainnya.
Presiden Ma mengatakan, “Belakangan ini ada yang mengatakan Resolusi PBB no. 2758 tidak berhubungan dengan Taiwan ataupun “prinsip satu Tiongkok.” Saya tidak tahu mengapa pandangan ini bisa muncul, karena sepenuhnya tidak sesuai dengan kenyataan. Pengaruh resolusi tersebut terhadap Taiwan sangatlah besar. Andaikata tidak ada resolusi tersebut, ruang diplomatik Taiwan di kalangan internasional tidak akan sesulit sekarang.”
Presiden juga memuji dua kebijaksanaan yang diadopsi pemerintah dalam mempromosikan perdamaian antar Selat Taiwan yang menghasilkan ruang hidup internasional lebih besar bagi Taiwan. Yang pertama adalah digunakannya sebutan “Chinese Taipei” dalam kegiatan internasional dan yang kedua adalah dicapainya “Konsensus 1992” antar Selat Taiwan perihal pendirian “satu Tiongkok, interpretasi berlainan.”
Kepala negara mengungkapkan hal tersebut ketika memimpin upacara pemberian medali penghargaan kepada sejumlah pejabat eselon tinggi atas jasa mereka mempromosikan perkembangan hubungan antar Selat Taiwan yang damai dan harmonis, dan melindungi kedaulatan, martabat serta keuntungan nasional.
Pejabat-pejabat yang meraih medali penghargaan mencakup Ketua Yayasan Interaksi Antar Selat (SEF) Lin Chong-sen (林中森), Ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) Andrew Hsia Li-yen (夏立言), penasehat Komisi Keamanan Nasional (NSC) Wang Yu-chi (王郁琦) dan Penasehat Yuan Eksekutif Wu Mei-hung (吳美紅).