History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PM Chang: isi surat balasan “satu Tiongkok berpegang konsensus 92” mengukir sejarah

  • 10 May, 2016
  • Editor
PM Chang: isi surat balasan “satu Tiongkok berpegang konsensus 92” mengukir sejarah
Surat balasan WHA telah diterima

(Taiwan, ROC) – Organisasi kesehatan dunia(WHO) memberikan surat undangan kepada Taiwan untuk menghadiri sidang majelis kesehatan dunia(WHA) ke-69, dalam surat undangan dibubuhi putusan PBB nomor 2758, melibatkan konsep satu Tiongkok, kementerian kesehatan kesejahteraan dalam merespon surat, menegaskan pemerintahan selama 8 tahun berpegang teguh pada konsep konsensus 92; Menteri kesehatan kesejahteraan terpilih, Lin Tzou-yien(林奏延) juga akan memberikan surat balasan, memberikan daftar nama yang turut menghadiri, dalam surat tersebut juga menuangkan posisi pemerintah baru, mencakup kesehatan warga Taiwan dan hak kepentingan sosial internasional yang sama sekali tidak boleh dibatasi oleh kerangka politik, konsep satu Tiongkok dan partisipasi Taiwan dalam WHA tidak ada sangkut pautnya.

  

Chang San-cheng mengatakan, “PBB memutuskan satu Tiongkok adalah Daratan Tiongkok, kami tentu saja tidak mengakui satu Tiongkok adalah Daratan Tiongkok, maka pasti akan memberikan respon, alasan yang akan diberikan karena kita juga meninggalkan catatan sejarah, maka tidak bisa mengatakan kami secara diam-diam menerima putusan PBB bahwa satu Tiongkok adalah Daratan Tiongkok, kami juga tidak mengatakan apa-apa, semua dapat memahami hal ini, kami tidak mungkin tidak memberikan respon, maka respon yang akan kami sampaikan bahwa satu Tiongkok adalah lintas selat sependapat satu Tiongkok masing-masing persepsi, Daratan Tiongkok menyetujui, maka kami baru dapat ikutserta dalam 7 tahun terakhir ini.”

  

Chang San-cheng mengatakan, partai DPP menekankan kesehatan warga Taiwan bernilai universal, semestinya tidak berkaitan dengan politik, secara realitis jalan pemikiran demikian tidak ada salahnya, DPP mengharapkan dengan cara ini agar dapat bergabung dengan organisasi internasional, akan tetapi kondisi internasional saat ini belum mengijinkan penjelasan maupun daya nalar yang diberikan oleh Taiwan, kondisi nyata internasional tidaklah demikian, Ia juga jelas dengan sikap pemerintah DPP masa mendatang terhadap konsensus 92, namun bagaimana dengan eksistensi Taiwan dalam ruang lingkup internasional dan ketergantungan pada organisasi internasional, melibatkan campur tangan dari pihak Daratan Tiongkok.  

  

Chang San-cheng menekankan, kondisi internasional bukanlah dapat diambil dari kesepakatan seluruh masyarakat, sebagai contoh Taiwan mengharapkan dalam membina hubungan dengan negara-negara utama dalam organisasi internasional, ingin bergabung dalam PBB, apakah hanya kesepakatan masyarakat maka mampu mencapainya? Ini semua melibatkan masalah internasional. Walaupun Ia mengakui untuk bergabung dengan internasional merupakan hak masing-masing negara, akan tetapi jika hasilnya tidak seperti apa yang diharapkan maka akan mengandalkan upaya pemerintah DPP untuk mencapai sasaran.

Komentar

Terbarumore