History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

NSB: Serangkaian insiden diplomatik adalah upaya merendahkan status Taiwan dan mempengaruhi pidato inaugurasi presiden terpilih

  • 09 May, 2016
  • Editor
NSB: Serangkaian insiden diplomatik adalah upaya merendahkan status Taiwan dan mempengaruhi pidato inaugurasi presiden terpilih
Wakil Ketua MAC Shih Hui-fen dan Wakil Menlu Hou Ching-shan

(Taiwan, ROC) Dua insiden diplomatik yang terjadi belakangan ini merupakan upaya Beijing merendahkan status Taiwan dan mempengaruhi isi pidato inaugurasi presiden terpilih Republik Tiongkok Tsai Ing-wen (蔡英文) agar sesuai dengan harapan Daratan Tiongkok.

Kedua insiden yang dimaksud adalah dideportasinya tersangka kriminal berkewarganegaraan Republik Tiongkok oleh Kenya dan Malaysia ke Daratan Tiongkok dan bukan ke Taiwan, yang dikenal sebagai Insiden Kenya dan insiden Malaysia; dan disenggolnya “prinsip satu Tiongkok” oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam surat undangan bagi Taiwan untuk menghadiri sidang tahunan Asembli Kesehatan Dunia (WHA).

Hal tersebut diungkapkan dalam laporan Biro Keamanan Nasional (NSB) yang disampaikan dalam sidang Yuan Legislatif Senin, 9 Mei, yang juga dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) Shih Hui-fen (施惠芬) dan Wakil Menteri Luar Negeri Javier Hou Ching-shan (侯清山).

Shih Hui-fen menekankan, “satu Tiongkok” yang digagaskan oleh Taiwan adalah Republik Tiongkok, dan Taiwan tidak pernah menerima gagasan “satu Tiongkok” dari pihak Daratan Tiongkok, maka menyerukan Beijing menangani kenyataan keterpisahan antar Selat Taiwan dengan sikap pragmatis.

Shih juga mengutarakan bahwa ketua MAC Andrew Hsia Li-yen (夏立言) sempat berbicara langsung dengan ketua Kantor Urusan Taiwan Daratan Tiongkok Zhang Zhijun (張志軍) melalui hotline antar Selat Taiwan April lalu.

Shih mengatakan, “Menghadiri sidang WHA adalah hal sangat penting bagi Taiwan, maka melalui telepon dengan bapak Zhang, bapak Hsia menegaskan bahwa Taiwan telah secara berturutan mengikuti sidang WHA sepanjang tujuh tahun dengan status pengamat, maka berharap tahun ini tetap bisa berpartisipasi.”

Sementara itu, Wakil Menlu Hou Ching-shan menekankan, serangkaian peristiwa diplomatik yang dihadapi Taiwan menunjukkan, lingkungan internasional yang harus dihadapi Taiwan akan semakin merumitkan, maka petugas diplomat harus berusaha mengubah krisis menjadi kesempatan, dan ini membutuhkan upaya serta dukungan masyarakat dan kalangan berkuasa dan oposisi.

Komentar

Terbarumore