(Taiwan-ROC) – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada hari ini 6 Mei, mengadakan kegiatan presentasi “Rencana Survey Landasan Kontinen dan Pulau Karang Dalam Negeri”. Dalam acara tersebut, Mendagri Chen Wei-jen (陳威仁) mengatakan, Taiwan dikelilingi oleh laut, berposisi tepat sebelah utara dari Asia Tenggara. Dibawah tren globalisasi laut merupakan dasar utama bagi Taiwan untuk mengembangkan persaingan dunia Internasional, secara bersamaan Taiwan juga dihadapkan dengan berbagai macam masalah kelautan. Beberapa tahun terakhir, dikarenakan permasalahan sumber daya dan keamanan daerah, hak pulau karang disekitar kawasan laut dan hak area laut Taiwan, semakin menjadi kompleks dan menegang.
Chen Wei-jen mengatakan, seperti kasus Filipina-Daratan Tiongkok belakangan ini. Demi memenangkan hal tersebut, mengabaikan faktar bahwa pulau Taiping bukanlah pulau, melainkan karang, sehingga tidak memiliki ZEE 200 mil laut. Oleh karena itu, dia mewakili pemerintah, meresmikan upacara pendirian mercusuar dan pelabuhan di pulau Taiping, dan banyak ahli dan budayawan yang ikut dalam rombongan. Mereka bersama-sama menjadi saksi air tawan di atas pulau, hutan lebat serta menyicipi sayur yang ditanam di atas pulau dan ayam yang dipelihara. Meskipun ini hanya hal kecil, namun membuktikan bahwa pulau Taiping layak tinggal.
Untuk menyelesaikan permasalahan hak area laut beberapa tahun terakhir, Kemendagri pada tahun 2011 hingga 2015 mengadakan rencana survey pulau karang dalam negeri, berharap dengan data ini Taiwan semakin dasar yang jelas terhadap hal kelautan.
Chen Wei-jen mengatakan, “Hal-hal ini tampak seperti hal kecil, namun didunia internasional, kita semua memperdebatkan apa itu pulau apa itu karang, saya rasa investigasi kita dapat membuat kita memiliki dasar yang lebih banyak di dunia internasional, terhadap hak wilayah negara kita.
Saat ditanya media, Chen Wei-jen mengatakan, rencana investigasi ini telah dimulai 10 tahun yang lalu, karena “kita setidaknya harus tahu ada barang apa saja di dalam rumah”, mendirikan informasi dasar yang bertujuan untuk sumber hak dasar tanah Taiwan, dan bukan karena permasalahan Filipina-Daratan Tiongkok baru dilakukan.
Kemendagri mengatakan, survey kali ini telah membawa banyak penemuan baru. Melewati pemotretan dan analisa satelit, didapati bahwa lokasi karang kepulauan Spratly tidak sepenuhnya tetap, akan berpindah seiring keadaan angin dan arus laut. Selain itu juga didapati bahwa kepulauan karang di laut selatan, ada yang alamiah ada juga yang buatan manusia. Selain itu, saat investigasi area laut timur kepulauan Spratly, didapati dasar laut memiliki kekayaan sumber daya yang memungkinkan menjadi harapan sumber tenaga masa mendatang.