History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kemenlu Harapkan Bantuan Amerika Terkait Masalah Pulau Okinotorishima

  • 05 May, 2016
  • Editor
Kemenlu Harapkan Bantuan Amerika Terkait Masalah Pulau Okinotorishima
Kemenlu Harapkan Bantuan Amerika Terkait Masalah Pulau Okinotorishima

        (Taiwan, ROC) – Sehubungan kapal nelayan Taiwan “Dong Seng Ji No. 16” yang disita oleh pihak pemerintah Jepang saat melakukan penangkapan ikan di perairan pulau Okinotorishima belum lama ini, dan mengharuskan pihak nelayan membayar uang senilai NT$ 1,76 juta baru akan membebaskan kapal nelayan tersebut, Kepala Bidang Urusan Asia Timur dan Pasifik Kementrian Luar Negeri, Tsai Ming-yao saat diinterpelasi oleh Komisi Perekonomian Yuan Legislatif pada hari Kamis tanggal 5 Mei menyampaikan bahwa masih terdapat perbedaan pandangan antara Taiwan dan Jepang terkait status Okinotorishima sendiri. Untuk itu diperlukan bantuan dari pihak ketiga terkait status Okinotorishima yang berupa pulau atau batu karang. Pihak Kemenlu cenderung untuk meminta bantuan dari pihak Amerika sebagai negara ketiga yang menengahi perbedaan pendapat tersebut, namun hingga saat ini pihak Kemenlu masih belum mengajukan surat permohonan resmi kepada Amerika.

        Kepala Dewan Pertanian Chen Chih-ching mengatakan, “Adapun uang yang dibayarkan adalah uang jaminan laksana dalam pengadilan, yang menjamin kehadiran si pelaku dalam pengadilan. Jika tidak hadir maka uang jaminan tersebut akan disita. Oleh sebab itu uang yang dibayarkan senilai 6 juta yuan atau setara NT$ 1,76 juta adalah uang jaminan, bukan uang denda. Karena uang denda yang ditetapkan oleh Jepang sebenarnya sebesar 30 juta yuan atau NT$ 3,72 Milyar.”

        Tsai Ming-yao menyebutkan berkenaan dengan masalah ini, pihak pemerintah tidak akan meminta bantuan dari pihak Daratan Tiongkok. Tsai mengutarakan bahwa pihaknya telah mengutus armada kapal instansi terkait, yang juga telah sekaligus memberikan peringatan kepada pihak Jepang, khususnya pengaruh yang akan ditimbulkan dalam hubungan antar kedua belah pihak. Namun Tsai juga menambahkan bahwa instansi yang diutus hanya bertugas memberikan perlindungan kepada kapal nelayan sendiri, dan tidak akan memicu terjadi perang di perairan setempat.

Komentar

Terbarumore