(Taiwan, ROC) – Yuan Eksekutif pada hari Kamis tanggal 5 Mei meloloskan program “Keamanan Rumah dan Lingkungan”. Sehubungan dengan kepedulian masyarakat berkenaan dengan masalah keamanan dalam lingkungan tempat tinggal, Perdana Menteri Chang San-cheng menyampaikan bahwa sebelum mundurnya era pemerintahan saat ini, maka dirinya mewakili pemerintah mengusung program antisipasi terkait, sebagai bukti contoh kepedulian pemerintah dan sikap untuk tidak melepaskan tanggung jawab. Program ini merupakan sebuah program kerjasama lintas pemerintah, untuk itu pihaknya juga meminta pemerintah daerah untuk segera mengajukan laporan berkenaan dengan tingkat rembesan air dalam tanah hunian tempat tinggal.
Program ini segera diajukan oleh pemerintah sehubungan dengan bencana gempa dahsyat yang terjadi di Tainan pada bulan Februari lalu, sehingga indeks rembesan air dalam tanah hunian tempat tinggal, khususnya bangunan kuno menjadi hal yang patut diprihatinkan.
Chang San-cheng mengatakan, “Masalah keamanan kawasan tempat pemukiman memang menjadi hal yang diperhatikan oleh masyrakat luas. Dengan dimulainya program terkait, menunjukkan kepedulian pemerintah dan sikap bertanggung jawab dalam hal penyelesaian masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Program ini nantinya akan ditindaklanjuti oleh Kementrian Dalam Negeri dan akan didiskusikan dengan pemerintah baru yang akan segera menjabat. Program ini juga akan mengacu kepada berbagai pengalaman yang dihadapi selama ini. Mulai Tahun 2017, program ini tetap akan diajukan kepada Yuan Eksekutif dalam hal penggunaan dana anggaran yang ada.”
Chang menambahkan bahwa program ini ke depannya akan dipadukan dengan berbagai pengembangan industri lokal, sehingga turut menaikkan kualitas sumber daya perindustrian setempat yang ada.
Program Keamanan Rumah dan Lingkungan merupakan program kerja 6 tahun, dengan merujuk kepada bantuan dana untuk perbaikan gedung bangunan yang didirikan sebelum tanggal 31 Desember 1999, dengan prediksi awal total dana tunjangan mencapai 45% dengan nilai maksimal NT$ 300 ribu.
Kementrian Dalam Negeri mengatakan bahwa bantuan tunjangan tersebut akan mendahulukan bangunan tempat tinggal umum dan juga golongan ekonomi berpenghasilan rendah. Sementara untuk jenis bangunan lainnya, keputusan akan diserahkan kepada kebijaksanaan pemerintah daerah masing-masing, setelah dilakukan penelitian lebih lanjut yang disesuaikan dengan usia bangunan, kawasan dan jenis material bangunan yang dipergunakan.