History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Angka CPI tahunan Bulan April Mengalami Penurunan 1,88%

  • 05 May, 2016
  • Editor
Angka CPI tahunan Bulan April Mengalami Penurunan 1,88%
Angka CPI tahunan Bulan April Mengalami Penurunan 1,88%

(Taiwan, ROC) – Direktorat Jenderal Budget, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) pada hari Kamis tanggal 5 Mei mengumumkan hasil pendataan indeks harga konsumen (CPI) bulan April, pada kondisi harga listrik menurun, kenaikan harga sayur buah bergerak perlahan, angka CPI bulan April menurun mencapai 1,88%, menjauhi angka yang pernah dicatat pada awal tahun dengan skala peningkatan di atas 2%. Akan tetapi, harga sayur mayur dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama meningkat drastis 50%, buah-buahan juga mengalami kenaikan hampir 25%, mencatat rekor skala peningkatan tertinggi selama 43 bulan terakhir, namun DGBAS beranggapan untuk harga komoditas akan stabil secara perlahan.

DGBAS pada tanggal 5 Mei mengumumkan angka CPI tahunan bulan April mencapai 1,88%, dengan kondisi harga produk makanan paling banyak mengalami peningkatan pesat mencapai 7,96%. Di antaranya, harga sayur mayur naik 50,85%, kenaikan harga buah-buahan juga meluas hingga 25,92%, mencatat data skala peningkatan terbesar dalam 43 bulan terakhir ini, untuk harga telur juga mengalami kenaikan 7,27%.

Wakil direktur DGBAS, Tsai Yu-tai mengatakan, Taiwan pada awal tahun ini mendapat pengaruh musim dingin dan perubahan cuaca, panen sayur buah berkurang menyebabkan harga sayur buah mengalami kenaikan, semenjak dua bulan terakhir, secara berturut-turut dalam waktu 2 bulan untuk angka CPI meningkat 2%, untuk bulan ini diamati bahwa harga mulai bergerak stabil secara lamban.

Tsai mengatakan, “Semenjak awal tahun ini, berkisar pada harga sayur mayur, buah-buahan yang memainkan peran sebagai faktor penting, selain itu faktor lainnya adalah harga minyak dan gas alam, semenjak bulan Februari dan Maret dengan kondisi lebih dari 2%, hingga di bulan April sebagian berada di bawah dari 2%, dikarenakan untuk harga sayur dan buahan mulai stabil.”

DGBAS mengemukakan, setelah dikurangi dengan indikator seperti sayur mayur, buah-buahan dan sumber daya energi, yakni inti CPI, mengalami kenaikan 0.92%, walaupun dalam waktu 13 bulan terdekat ini terus naik drastis, akan tetapi untuk harga komoditas secara menyeluruh berada dalam kondisi stabil.

Berdasarkan pengamatan dari tim stabilitas harga komoditas,Yuan Eksekutif memperhatikan 17 jenis kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan harga, di antaranya harga kecap mengalami kenaikan tertinggi mencapai 9,26%, kedua kenaikan harga telur 7,63%, sebaliknya harga minyak sayur turun 6,53%. Secara keseluruhan, 17 jenis kebutuhan pokok masyarakat rata-rata mengalami kenaikan 1,05%, mencatat angka terbaru di tahun ini dari minus berubah menjadi plus.

Komentar

Terbarumore