History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Protes, Menlu Panggil Representatif Jepang

  • 29 April, 2016
  • Editor
Protes, Menlu Panggil Representatif Jepang
Menlu Panggil Representatif Jepang

(Taiwan, ROC) – Berkenaan dengan kasus Kapal Ikan Taiwan yang ditahan oleh pihak berwenang Jepang, Presiden Republik Tiongkok Ma Ying-jeou memerintahkan Kementerian Luar Negeri untuk berkomunikasi dengan Jepang, selain representatif Republik Tiongkok (ROC) di Jepang Shen Sse-tsun (沈斯淳) telah menyampaikan protes kepada Kantor Interchange Accociation Japan (IAJ), Menteri Luar Negeri David Lin (林永樂) juga memanggil Representatif Jepang di Taiwan, Numata Mikio.

Dalam pertemuan 1 jam itu, Numata Mikio tidak memberikan keterangan kepada media. Namun Menlu Lin menyampaikan, panggilan itu adalah bertujuan untuk menyampaikan protes keras dan kembali menyerukan sikap pemerintah. Ia menuturkan bahwa negara kita menjunjung kebebasan menangkap ikan di laut bebas, menentang aksi perluasan kekuasan Jepang serta menyampaikan bahwa Jepang telah melanggar ketentuan “Konvensi PBB tentang kelautan”, sehingga sudah sepantasnya melindungi hak nelayan. Ia menambahkan, pemerintah siap untuk membahas hal ini, termasuk menciptakan mekanisme kerjasama menginformasikan satu sama lain.

Menlu menyampaikan : Kami berharap menggunakan cara damai untuk berdialog dan yang paling penting adalah memastikan hak menangkap ikan nelayan kita di wilayah itu; Kita juga berharap bersama dengan pemerintah Jepang menciptakan mekanisme kerjasama menginformasikan satu sama lain, saya rasa ini adalah yang harus kita kerjakan saat ini.

Pihak Jepang juga menyampaikan protes, kata Menteri, mereka merasa bahwa apa yang kita serukan berbeda dengan sebelumnya, ia menegaskan, bahwa Taiwan tidak pernah mengakui hak di 200 mil zona ekonomi khusus Jepang sekitar pulau Okinotorishima.

        Lin mengatakan : Untuk hal ini, kami tidak pernah mengakuinya, dulu kita mengatakan ini adalah wilayah laut yang bersengketa, tapi sekarang kami menyampaikannya lebih tegas, kami menilai pulau Okinotorishima tidak memiliki 200 mil zona ekonomi khusus, sikap tegas ini kami sampaikan kepada pihak Jepang.

Ia menuturkan, Numata Mikio akan meneruskan sikap dan protes ke pemerintah Jepang dan Represetatif ROC, Shen Sse-tsun juga telah menyampaikan kepada Jepang lewat surat telegram, Kemlu akan mengamati lebih lanjut dan melaporkan kepada Dewan Keamanan Nasional, untuk kedepannya interaksi bilateral Taipei-Tokyo akan terus dilanjutkan.

Lin menegaskan, karena ada perbedaan posisi antara Taiwan dan Jepang maka harus ditemukan jalan tengah untuk menyelesaikan persengketaan ini namun pemerintah akan bersikeras melindungi hak nelayan dan harkat bangsa.

Komentar

Terbarumore