History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma : Tidak Sulit Mengakui “Konsensus 92”

  • 29 April, 2016
  • Editor
Presiden Ma : Tidak Sulit Mengakui “Konsensus 92”
Peringatan 23 tahun “Pertemuan Ku-Wang”

(Taiwan, ROC) – Berkaitan dengan peringatan 23 tahun “Pertemuan Ku-Wang”, Presiden Republik Tiongkok Ma Ying-jeou hari ini (29) menghadiri upacara peresmian “Monumen Perdamaian Antar Selat” di Kinmen. Dalam pidatonya, ia menyampaikan, mempertahankan perdamaian antar selat bukan omong kosong saja, bukan sesuatu yang jatuh dari langit, juga bukan sesuatu yang sudah dan sepatasnya, tanpa pengorbanan dan ketekunan maka tidak akan mungkin bisa mempertahankan kondisi seperti sekarang.

Presiden Ma berharap “Kondisi sekarang” di masa yang akan datang, harus maju berada diatas landasan yang sekarang, dengan demikian hal ini baru dapat tercapai.

Presiden Ma menyampaikan : Monumen hari ini hanyalah menunjukan kerja keras kita selama 8 tahun ini, juga berharap dapat menjadi sebuah bukti, semoga seterusnya dapat menjadi landasan penting bagi pemimpin antar selat untuk maju kedepan.

Saat merespon pertanyaan dari wartawan, Ma mengatakan bahwa ia sangat memperhatikan masa depan hubungan antar selat, juga khawatir setelah 20 Mei, sehingga berharap hubungan antar selat yang sudah tercapai dalam 8 tahun ini dapat terus dipertahankan.

Presiden mengatakan : Apa yang sudah dilakukan selama ini adalah berdarkan Konstitusi ROC, dalam sumpah pertama Presiden Republik Tiongkok adalah “Berjanji Untuk Mematuhi Konstitusi”, bagi sesorang yang harus mematuhi konstitusi untuk menerima apa yang tadi saya katakan sangat mudah untuk diterima.

Ketika ditanya tujuan penegasan “Konsensus 92” mendekati masa-masa pelepasan jabatannya, kepala negara merespon bahwa konsensus 92 adalah perpanjangan dari Konsitusi ROC, apabila mengakui konstitusi maka tidaklah sulit mengakui konsensus 92, sehingga ia menegaskan konsensus 92 bukan digunakan untuk mengekang siapapun, karena bila ingin menjadi presiden ROC tidak akan mengatakan dirinya sendiri terkekang oleh konstitusi negara.

Komentar

Terbarumore