(Taiwan, ROC) – Berkaitan dengan memerangi kejahatan narkoba, pemerintah Republik Indonesia berencana bulan Mei nanti akan melaksanakan eksekusi kepada 14 narapidana dimana 4 orang diantaranya adalah Warga Daratan Tiongkok. Satu hal yang mendapat perhatian khusus adalah, terdapat 3 orang pelaku kejahatan narkoba dari Taiwan yang saat ini masih dikurung.
Dalam laporan yang dilansir CNN Indonesia kemarin (28/4), dalam waktu dekat Indonesia akan melaksanakan eksekusi mati gelombang ketiga sekitar bulan Mei. Total 14 narapidana, diantaranya 4 orang Warga Indonesia, 4 warga Daratan Tiongkok dan 6 warga Afrika.
Indonesia adalah pasar terbesar narkoba di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan data statistik pemerintah RI, saat ini ada 4,5 juta orang pengguna narkoba dan 1,2 juta orang adalah pecandu berat.
Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional menunjukan setiap harinya 33 orang mati karena narkoba, kerugian ekonomi yang dialami oleh Inonesia setiap tahunnya mencapai 4,8 miliar dolar AS.
Kecenderungan yang muncul saat ini adalah, jumlah warga Taiwan yang aktivitasnya berkaitan dengan narkoba di Indonesia mulai menunjukan kenaikan.
Pada akhir bulan Januari yang lalu Mahkamah Agung RI menjatuhi hukuman mati kepada 3 warga Taiwan yang mencoba menyeledupkan narkoba jenis amphetamine.
Tidak sampai situ saja, awal bulan April ini, kepolisian RI berhasil menangkap warga Taiwan berinisal LCW yang membawa 12 Kg metamfetamin. Pria ini berkemungkinan besar juga akan dijatuhi hukuman mati.
Selain itu, saat ini juga terdapat 30 orang warga Taiwan yang ditahan di lapas Jakarta dan Jawa Tengah atas tuduhan dan tuntutan menggunakan dan terlibat dalam transaksi narkoba.
Dari hasil pemantauan Kepolisian Republik Tiongkok juga menemukan bahwa transaksi obat-obatan terlarang antar Taiwan-Indonesia semakin marak, beberapa tahun belakangan ini lebih dari 10 orang warga Taiwan yang tertangkap di Indonesia. Berkat kerjasama antar kepolisian Taiwan-Indonesia, tahun lalu berhasil menggagalkan penyeludupan 1,5 Kg Ganja yang senilai 2 miliar dolar Taiwan ke Indonesia dan dicurigai pelakuknya adalah warga Taiwan.