History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Larangan Jam Malam Kudeta Militer Thailand Pengusaha Pariwisata Taiwan Khawatir

  • 23 May, 2014
  • Editor
Larangan Jam Malam Kudeta Militer Thailand   Pengusaha Pariwisata Taiwan Khawatir
Kudeta Militer Thailand Mengkhawatirkan Pengusaha Pariwisata Taiwan

Sehubungan denga Kudeta Militer Thailand, pemerintah Thailand menerapkan larangan jam malam, mengkhawatirkan pengusaha parisiwata Taiwan, tadinya ada peluang masa liburan kelulusan sekolah dan Festival Perahu Naga dimana banyak wisatawan Taiwan yang berlibur ke Thailand, tapi menemui kendala.

Kudeta Militer Thailand yang larangan jam malam nasional, mulai pukul 10 malam hingga 5 pagi tidak diperkenankan keluar rumah diberlakukan sejak tanggal 22, ini juga diberlakukan pada wisatawan di sana. Kementerian Luar Negeri untuk sementara ini masih mempertahankan lampu kuning larangan wisata, mengingatkan warga Taiwan untuk menjaga keamanan dan keselamatan dan tidak keluar dari tempat tinggal saat jam malam berlaku.

Wakil Biro Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Liu Xi-lin menyampaikan, belakang ini Thailand sering terjadi kerusuhan, biro pariwisata terus memantaunya, menganjurkan warga Taiwan untuk menghindar daerah rawan dan tidak menyarankan warganya untuk berwisata ke Thailand, pentingkan keselamatan diri.

Sekjen Asosiasi Travel Agent Taiwan Hsu Kao-ching mengemukakan, setelah terjadinya demo di Thailand, rombongan wisata yang bertolak ke Thailand yang pada dasarnya tidak terlalu banyak, apalagi saat ini bukanlah musim liburan. Hsu menyampaikan, kudeta militer di Thailand telah menerapkan jam malam, ini akan berpengaruh besar bagi warga Taiwan yang tadinya akan berwisata ke Thailand untuk liburan kelulusan dan festival perahu, mungkin akan menurunkan minat mereka.

 

Juru bicara Divisi Jaminan Kualitas, Asosiasi Travel Asia Tenggara ROC, Sui Gui-zhen menyampaikan, saat ini tidak ada masalah rombongan wisatawan di Thailand, untuk bulan July, karena belum bayar uang muka jadi belum ada pengaruh, sementara sudah ada 60-100 wisatawan insentif perusahaan yang menunda jadwal keberangkatan mereka.

Komentar

Terbarumore