History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

50,74% Wanita Taiwan Terjun Ke Lapangan Kerja

  • 27 April, 2016
  • Editor
50,74% Wanita Taiwan Terjun Ke Lapangan Kerja

(Taiwan, ROC) – Dewan Pengembangan Nasional (NDC) hari ini melansir sebuah laporan berkaitan dengan laju partisipasi kaum wanita di lapangan kerja dan tahun ini naik ke angka tertingi hingga 50,74%. Pemerintah Taiwan terus memberi dukungan agar kaum pria dapat ikut serta dalam tanggung jawab merawat anak, sehingga setelah melahirkan, para ibu-ibu dapat segera kembali ke lapangan kerja.

NDC mengutip laporan yang dikeluarkan oleh OECD bulan November 2015 mengenai “Cuti merawat bayi” bahwa, pada tahun 2014 rata-rata “ijin melahirkan” yang diperoleh wanita di negara-negara anggota OECD adalah 18,5 minggu dan negara yang memberikan ijin cuti melahirkan sebanyak 17 minggu mendapatkan gaji rata-rata sebanyak 77,5%.

Untuk “Cuti merawat bayi”, wanita di negara anggota OECD di tahun 2014 rata-rata mendapatkan ijin cuti merawat bayi sebayak 36,7 minggu dengan rata-rata gaji 45,3%. Sedangkan kaum pria rata-rata mendapatkan 9 minggu dengan gaji rata-rata 65,1%.

NDC menyampaikan bahwa dari laporan itu menunjukan bahwa, kebijakan ijin cuti merawat bayi sangat membantu kaum wanita untuk terjun ke lapangan kerja dengan pertumbuhan yang cukup banyak.

NDC menuturkan, untuk Taiwan cuti tanpa gaji alasan merawat bayi bisa mencapai 2 tahun, lebih panjang daripada Jepang dan Korea, bahkan mendapat subsidi sebanyak 6 bulan atau 26 minggu, walau jumlah ini lebih rendah dibandingkan kedua negara tadi namun kalau dilihat dari jumlahnya yaitu, subisidi yang diberikan adalah 60% dari gaji maka angkanya adalah setara dengan Jepang dan lebih tinggi 30% daripada Korea.

Berdasarkan angka statistik 2015 dari DGBAS, partisipasi wanita usia 25~29 tahun ke lapangan kerja mencapai 90,2%, namun untuk usia 30~34 tahun mulai menurun bahkan wanita usia 25~49 yang tidak bekerja kebanyakan adalah karena alasan “harus merawat anak”, ini membuktikan bahwa tanggung jawab wanita merawat anak lebih tinggi, oleh karena itu pemerintah akan terus mendorong kebijakan terkait untuk meningkatkan partisipasi wanita di lapangan kerja.

Komentar

Terbarumore