(Taiwan, ROC) – Komisi Pengawas Keuangan (FSC) kemarin (26/4) mengundang beberapa pengusaha yang menawarkan jasa pembayaran Apple Pay, termasuk perusahaan Apple, Mastercard, Visa, Samsung dan Google untuk membahas pasar Taiwan. Sebelum rapat dimulai, FSC telah memberikan 7 pertanyaan termasuk informasi transaksi yang terlalu banyak akan mempengaruhi efisiensi kerja, bocornya privasi yang akan menimbulkan resiko, server TSP yang berada di luar negeri apabila terjadi kejanggalan maka akan berpengaruh terhadap transaksi, beberapa hal ini dinilai sebagai alasan tidak dibukanya sistem pembayaran Apple Pay di Taiwan.
Dalam sidang interplasi, Ketua FCS Wang Li-ling (王儷玲) hari ini mengklarifikasi bahwa FSC tidak menentang, hanya saja ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana cara kerja dan model transkasi internasional; karena setelah dibuka, apakah privasi pengguna akan terjamin, FCS harus mengetahui lebih lanjut.
Wang menyampaikan : Kami ingin mengetahui cara kerjanya, pendapat pengusaha dan dunia, yang paling penting adalah soal data, apakah privasi terjamin, dan yang sedang dikerjakan adalah apakah kerja pengawasan lalu lintas uang apakah perlu diperketat, ini semua harus diklarifikasi lagi. Berkaitan dengan globalisasi dan perkembangan Fintech, kami berharap dapat mengikutinya, kami menghabiskan banyak waktu untuk mengklarifikasi, apakah setelah ada kebijakan pelengkap mampu memenuhi standar kita.
Ia juga menyampaikan, nomor penyedia layanan Apple Pay masih bermasalah, sampai saat ini masih ada perbedaan pendapat dan ini menyangkut lintas kementerian, oleh karena kebijakan pelengkap akan diselesaikan sebelum 20 Mei lalu diserahkan kepada Yuan Eksekutif, yang kemudian untuk dibahas dan dikoordinasikan. Mengenai apakah akan diloloskan sebelum 20 Mei? Wang mengatakan, tergantung Yuan Eksekutif, ia tidak bisa menjanjikan.