History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma: Pemerintah tidak mempertimbangkan digantikannya hukuman mati dengan hukuman penjara seumur hidup

  • 25 April, 2016
  • Editor
Presiden Ma: Pemerintah tidak mempertimbangkan digantikannya hukuman mati dengan hukuman penjara seumur hidup
Presiden Ma: Pemerintah tidak mempertimbangkan digantikannya hukuman mati dengan hukuman penjara seumur hidup

(Taiwan, ROC) Belum ada kesepakatan di Taiwan atas isu menghapuskan hukuman mati, maka pemerintah akan meneruskan kebijaksanaan “meneruskan hukuman mati, namun melaksanakannya dengan sikap seksama;” sementara perihal digantikannya hukuman mati dengan hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat, pemerintah saat ini tidak akan mempertimbangkannya karena akan menimbulkan banyak masalah lain.

Demikian ditegaskan Presiden Ma Ying-jeou (馬英九) ketika menyampaikan kata sambutan dalam acara temu pers untuk penyampaian laporan nasional kedua atas “Perjanjian Internasional atas Hak Sipil dan Politik” serta “Perjanjian Internasional atas Hak Ekonomi, Sosial dan Kebudayaan” yang digelar di Taipei, Senin, 25 April.

Presiden mengargue, banyak negara di dunia telah menghapuskan atau mengundurkan pelaksanaan hukuman mati, tapi populasi total dari negara-negara yang masih mengadopsi hukuman mati tetap menduduki 60% dari populasi dunia, maka masih ada perdebatan perihal apakah menghapuskan hukuman mati adalah suatu kecenderungan global.

Di Taiwan, lanjut Ma, proporsi warga yang mengoposisi penghapusan hukuman mati masih mencapai 80%, maka syarat bagi dihapuskannya hukuman mati masih belum matang, dan pemerintah akan meneruskan hukuman mati, namun melaksanakannya dengan sikap seksama.

Sementara itu, tentang usul digantikannya hukuman mati dengan hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat, kepala negara mengatakan, “Pertama, apakah masyarakat bisa menerima bahwa seorang kriminal yang telah melakukan kejahatan serius diberi makan di penjara seumur hidup? Kedua, ini akan menimbulkan masalah manajemen serius di penjara, karena kriminal bersangkutan tidak bisa dihukum mati. Selain itu, ditilik dari segi hak asasi manusia, pelanggaran terhadap hak ini dalam hukuman penjara seumur hidup mungkin tidak lebih sedikit dibandingkan hukuman mati. Berdasarkan pertimbangan faktor-faktor tersebut, setahu saya, Kementrian Kehakiman tidak mempertimbangkan digantikannya hukuman mati dengan hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.”

Mengenai apakah hukuman mati akan dilaksanakan terhadap Cheng Chieh (鄭捷), tersangka yang secara membabi-buta membunuh penumpang MRT Taipei, Presiden Ma mengemukakan, pelaksanaan hukuman mati mentaati prosedur tertentu, maka sama sekali tidak ada upaya mengundurkan waktu sebagaimana dilaporkan kalangan media.

Komentar

Terbarumore