(Taiwan-ROC) – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan dalam negeri sejak tahun 2004, pada hari bumi sedunia tanggal 22 April setiap tahunnya mengadakan pertemuan LSM lingkungan nasional, yang setelah pertemuan tersebut dilanjutkan dengan pertemuan dengan Presiden sejak tahun 2009 untuk menyampaikan beberapa pendapat. Pada tahun ini, dikarenakan bertepatan dengan masa serah terima pemerintahan, para LSM lingkungan terlebih dahulu bertemu dengan presiden terpilih Tsai Ing-wen pada tanggal 21, dan pada tanggal 22 bertemu dengan Presiden Ma Ying-jeou.
Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan laporan kerja keras dan hasil yang didapat selama masa jabatanya dalam hal penghijauan kembali, pelestarian lahan basah, memperbaiki kualitas udara, pelestarian keanekaragaman hayati, pengembangan energi terbarukan dan sebagainya.
Kepala Negara mengatakan, “Listrik kita berdiri independen, 98% adalah import, sangat mirip dengan Jepang, sehingga kita tidak mampu juga tidak ada kemungkinan melepaskan begitu saja dalam hal batu bara, minyak bumi, gas alam, energi nuklir, tenaga angin dan tenaga matahari, jadi kita berharap dapat membantu pengembangan segala sumber energi.”
Presiden Ma mengatakan, saat ini terdapat 440 PLTN di seluruh dunia yang sedang beroperasi, 65 masih dalam proses dibangun dan 173 masih dalam perencanaan. Hal ini bukan mengartikan ingin mengembangan energi nuklir, melainkan ingin mencari pasangan sumber energi yang sesuai sehingga tidak mungkin hanya bergantung pada 1 jenis sumber energi saja.
Kepala Negara mengatakan, hal yang dia khawatirkan sebelum melepas jabatannya, selain permasalahan antar selat dan ekonomi, adalah energi. Dia mengatakan, hal yang diusulkan oleh Partai DPP sangat sulit untuk tercapai. Apabila tidak tercapai, seharusnya mempertimbangkan baik-baik akibatnya, jangan hanya membuat harapan saja.
LSM lingkungan mengatakan, di hari bumi setiap tahunnya para pemimpin negara bertemu dengan LSM lingkungan, hal yang jarang ditemui di dunia dan patut diteguhkan. Namun dalam pertemuan ini, keduabelah pihak mempunyai pandangan yang keras dalam masalah energi, sehingga terjadi perdebatan yang sangat serius.
Ketua Aliansi Energi Terbarukan (TRENA), Gao Ru-ping (高如萍) mengatakan, sangat disesalkan Presiden dalam pertemuan mengatakan bahwa Taiwan tidak mungkin tanpa energi nuklir. Hal ini dikarenakan ketidak pahaman Presiden terhadap kesepakan sosial dan keadaan masyarakat saat ini, diharapkan agar beliau dapat melihat-lihat perkembangan energi terbarukan dalam dan luar negeri.
Sekjen Persatuan Perlindungan Lingkungan Taiwan (TEPU), Chen Bing-hen (陳秉亨) mengatakan, daya pikir presiden tertinggal pada energi nuklir, hal yang sangat disayangkan.