History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Wanita Terpilih Pertama Taiwan, Wajah Baru Demokrasi

  • 22 April, 2016
  • Editor
Presiden Wanita Terpilih Pertama Taiwan, Wajah Baru Demokrasi
Wajah Baru Demokrasi

(Taiwan, ROC) – Presiden terpilih Republik Tiongkok Tsai Ying-wen (蔡英文) masuk dalam daftar nama “100 orang berpengaruh di dunia 2016” versi masalah Time. Jimmy Lai Chee-ying lewat tulisannya menyampaikan, Tsai Ying-wen menunjukan bahwa demokrasi di masyarakat Tionghoa adalah suatu hal yang bisa terjadi dan diraihnya dengan cara damai.

Dalam keterangan perkenalan tentang Tsai Ying-wen itu, Jimmy Lai memberi judul “Wajah baru Demokrasi”, menggambarkan Presiden baru ROC Tsai Ying-wen adalah sosok yang tenang tapi memiliki hati yang kokoh bagaikan baja.

Disebutkan, tantangan yang paling mendesak setelah ia menjabat adalah menghidupkan kembali ekonomi Taiwan, 23 juta warga yang ia pimpin kebanyakan tidak menentang dan juga mendukung Daratan Tiongkok, “Tsai Ying-wen harus menghadapi negara paling besar di dunia yang berkuasa dan angkuh”.

Namun, Tsai memiliki sesuatu yang tidak ada di tangan penguasa Daratan Tiongkok yaitu, kuasa dari rakyat, ini menunjukan bahwa demokrasi di masyrakat Tionghoa adalah suatu hal yang mungkin dan ia dapatkan dengan cara damai.

Pengusaha asal Hongkong itu menyampaikan, bahwa ia pernah menjamu Tsai Ying-wen ke rumahnya, saat itu Tsai membawa anggur merah dan sambil bercanda mengatakan bahwa sosok yang pandai menikmati hidup baru bisa menjadi pemimpin yang baik, karena bisa menikmati hidup baru bisa menghargai orang lain juga mengejar apa yang indah dalam hidup, Tsai Ying-wen adalah pemimpin baru yang mengetahui betul kebutuhan rakyat Taiwan.

Selain untuk kategori “Person of the Year”, setiap bulan April, majalah Time memilih “100 orang yang paling berpengaruh” di bidang politik, finansial, kesenian, olahraga dan lain-lain. Untuk pemimpin politik diberikan kepada Presiden Barack Obama, Ketua Partai Komunis Daratan Tiongkok Xi Jing-pin, Perdana Menteri Jerman Merkel, pejuang demokrasi Mynmar Aung San Suu Kyi, serta capres AS Hilary Clinton dan Sanders juga masuk.

Komentar

Terbarumore