(Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-jeou pada hari Kamis tanggal 21 April, mengumumkan isi hasil wawancara yang sebelumnya dilakukan oleh media Strait Times, Singapura. Sehubungan dengan terjalin kembalinya hubungan diplomatik antara Gambia dengan Daratan Tiongkok, masalah berkurangnya turis asal Daratan Tiongkok ke Taiwan dan surat undangan rapat dari pihak WHA yang hingga kini belum diterima oleh pihak Taiwan, pihak wartawan mempertanyakan apakah semua masalah tersebut merupakan aksi dari Daratan Tiongkok guna menunjukkan kekuatannya dalam masa peralihan kepemimpinan yang terjadi di Taiwan? Apakah hal tersebut akan mempengaruhi presiden terpilih mendatang di Taiwan?
Presiden Ma menjelaskan bahwa memang banyak yang memiliki anggapan serupa, karena dua tahun silam pihak pemerintah Gambia memutuskan hubungan diplomatik dengan pihak kita, dan kemudian menjalin hubungan diplomatik dengan Daratan Tiongkok pada saat ini.
Berkenaan dengan surat undangan rapat WHA yang belum diterima oleh Taiwan hingga saat ini, Presiden Ma menjelaskan bahwa memang banyak negara lain yang memiliki kedudukan setingkat dengan Taiwan sebagai negara pengamat, telah mendapatkan surat undangan rapat. Taiwan yang hingga kini belum menerima surat undangan rapat WHA, merupakan sebuah hal yang sangat sensitif dan berat.
Presiden Ma menyebutkan bahwa waktu rapat WHA ditetapkan pada tanggal 23 Mei, yakni 3 hari usai inaugurasi presiden terpilih Tsai Ing-wen. Pemerintah saat ini hanya mampu berupaya semaksimal mungkin hingga tanggal 19 Mei. Usai serah terima, Ma juga telah meminta pihak partai DPP untuk segera menindaklanjuti hal tersebut, walau menurut Ma hal tersebut merupakan hal yang sangat sensitif untuk diselesaikan.
Ma menyampaikan bahwa sebelumnya Taiwan berpartisipasi dalam rapat WHA selama 7 kali berturut-turut dengan menggunakan nama Chunghwa Taipei, dengan status sebagai pengamat dan tidak turut serta dalam diskusi teknis pada umumnya. Surat undangan untuk Taiwan juga ditujukan langsung kepada Menteri Kesehatan, tidak melalui pihak ketiga dan langsung berhubungan dengan pihak Organisasi Kesehatan Dunia. Ini merupakan hal yang berbeda yang telah diberlakukan selama 8 tahun terakhir ini. Untuk itu dirinya berharap cara kerja seperti demikian dapat terus dilanjutkan sekalipun terjadi pergantian partai berkuasa. Presiden Ma menambahkan bahwa selama 2-3 bulan terakhir, pemerintah berupaya melakukan komunikasi dengan pihak WHO terkait hal ini, dan berharap pihak WHO dapat mengikuti cara kerja yang telah dilakukan selama ini dalam hal pengiriman surat undangan rapat.
Presiden Ma menjelaskan bahwa pada tahun 2009 Taiwan mulai mengikuti rapat terkait, karena mengacu kepada Konsensus 92 sebagai dasar hubungan antar selat, sehingga dapat terjalin sebuah kesepahaman di bidang politik.
Karena masalah yang terjadi juga dapat menyebabkan timbulnya sikap anti Daratan Tiongkok dari masyarakat Taiwan, Ma menjelaskan bahwa perlakuan dari pihak Daratan Tiongkok memang akan mendapatkan kritik, namun untuk dapat mencapai kesepahaman dalam hubungan antar selat, dibutuhkan sikap yang bijak dan intelektual yang tinggi. Itu juga alasannya mengapa sejak dirinya menjabat sebagai presiden, Taiwan kembali langsung dapat turut serta di tahun kedua masa pemerintahannya dalam mengikuti kegiatan bersifat internasional, yang mana Taiwan telah absen berpartisipasi untuk kurun waktu 38 tahun.