(Taiwan, ROC) – Pakar ahli dari Pusat Strategi dan Studi Internasional Amerika atau CSIS, Bonnie Glaser meluncurkan laporan yang bertajuk “Pandangan Presiden Tsai Ing-wen Terkait Hubungan Antar Selat”. Dalam laporan yang merujuk kepada “Informasi Interen” dari partai DPP, disebutkan bahwa Tsai Ing-wen tengah berupaya berkomunikasi dengan pihak Republik Rakyat Tiongkok tentang sikapnya yang tidak akan memerdekakan Taiwan. Tidak saja hanya tidak akan mengumumkan hal tersebut, juga tidak akan ada tindakan terkait. Misalnya dalam Peraturan Pengawasan Hubungan Antar Selat versi DPP, Tsai Ing-wen juga beranggapan bahwa pihak Beijing akan merasa sensitif berkenaan dengan penggunaan kata “Hubungan antar negara”, dan akan menggunakan kata “Antar selat”, dan menghindari penggunaan kata “Tiongkok dan Taiwan”.
Juru Bicara partai DPP, Ruan Jhao-syong pada hari Kamis tanggal 21 Mei menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui siapa yang dimaksud dengan “Pemberi informasi interen”, dan mengapa memiliki pernyataan seperti demikian. Ruan Jhao-syong menyampaikan bahwa selama ini Tsai Ing-wen, baik dalam ajang umum maupun pribadi, menyatakan hal yang senada, yakni mempertahankan “Status Quo”, dan tidak pernah memberikan pernyataan seperti yang tersebut dalam laporan itu.
Ruan Jhao-syong menegaskan bahwa sikap dan prinsip Tsai Ing-wen berkenaan dengan hubungan antar selat sangat jelas, yakni mempertahankan status damai dan perkembangan yang stabil seperti saat ini. Ruan Jhao-syong mengatakan bahwa mempertahankan Status Quo merupakan kehendak mayoritas masyarakat umum dan mampu memberikan keuntungan bagi semua pihak.