(Taiwan-ROC) Ada 45 warga Taiwan yang dituduh terlibat dalam kasus penipuan telekomunikasi Kenya dan beberapa hari lalu dideportasi ke Daratan Tiongkok, Ketua Divisi Kehakiman Internasional dan Antar Selat Taiwan, Chen Wen-qi, hari Rabu (20/4) memimpin rombongan yang terdiri dari SEF, biro kepolisian, kementerian kehakiman dan lainnya berangkat ke Daratan Tiongkok mendiskusikan kasus ini, mendalami duduk pekara kasus dan yang terpenting membicarakan untuk membawa pulang tersangka yang berkewarganegaraan Taiwan.
Sementara itu pada hari yang sama (20/4) Menteri Kehakiman, Luo Ying-xue ketika diwawancarai dalam rapat yuan legislative menyampaikan, setibanya di sana rombongan akan mengadakan diskusi rapat berharap bisa memahami situasi secara rinci dengan jelas, yang terpenting juga untuk dapat menjengguk tahanan.
Luo Ying-xue mengatakan, “Tentu saja semakin cepat semakin baik, tetapi kami berharap membicarakan setiap detail masalah dengan jelas, yang paling penting adalah untuk menjengguk orang-orang yang ditahan ini, selain itu berupaya untuk mendapatkan bukti terkait.
Chen Wen-qi ketika diwawancarai di bandara sebelum berangkat menyampaikan, kementerian kehakiman berharap dikedepannya antar selat Taiwan dapat meneruskan kerja sama memberantas kejahatan dengan dasar saling bantu, ini juga dapat membantu menjamin hak dari tersangka Taiwan. Chen Wen-qi mengatakan, untuk kasus yang telah terjadi, pihaknya berharap dapat melakukan penyelidikan bersama, berbagi tugas dalam penanganannya, juga berharap selanjutnya dapat membentuk mekanisme penyelesaian yang baik.
Chen Wen-qi mengatakan, “Mengenai masalah yang telah terjadi, kasus yang telah terjadi, kami berharap dapat bersama-sama melakukan penyelidikan, dengan cara berbagi tugas dalam penyelesaiannya, berharap dapat membentuk mekanisme penyelesaian yang sewajarnya, bersamaan dengan itu untuk 45 warga Taiwan yang saat ini ditahan di Daratan Tiongkok, kami ingin memastikan dalam hal pemrosesan dan hak kedaulatan dapat terjamin.”
Hasil apa yang didapat oleh rombongan? Luo Ying-xue mengemukakan, ini sulit dikatakan, karena jumlah orang yang terlibat dalam kasus ini cukup banyak, data juga banyak, pihak Daratan Tiongkok membutuhkan waktu untuk merapikannya, setelah dirapikan baru dapat membicarakannya dengan pihak Taiwan. Luo Ying-xue mengatakan, masih belum mengetahui sejauh mana data yang akan diberikan pihak Daratan Tiongkok, apabila datanya jelas maka dapat segera dibahas dan didiskusikan. Mengenai apabila belum mendapatkan hasil sampai pelantikan presiden tanggal 20 Mei 2016 mendatang, apakah dengan demikian pemerintahan baru akan mengulang proses tersebut dari awal? Luo Ying-xue mengatakan, seharusnya masih akan meneruskan pembicaraan, karena tim yang menanganinya tetap sama.