(Taiwan, ROC) Menteri Kehakiman Luo Ying-shay (羅瑩雪) khawatir, semakin banyak suara anti-Tiongkok yang bermunculan di Taiwan, semakin sengajalah pihak Daratan Tiongkok dalam mengundurkan waktu repatriasi 45 warga Taiwan yang dideportasi dari Kenya ke Daratan Tiongkok.
Luo Ying-shay mengatakan, “Saya sangat khawatir, pernyataan anti-Tiongkok yang beterbangan di dalam negeri akan membuat pihak Daratan Tiongkok sengaja mengundurkan waktu, karena hendak berbicara langsung dengan orang-orang anti-Tiongkok ini. Inilah yang paling saya khawatirkan.”
Sampai sekarang, tegas Luo, kapan personel dibawah Kementrian Kehakiman akan berangkat ke Daratan Tiongkok untuk membicarakan masalah repatriasi ini, masih belum dipastikan.
Menteri Luo mengungkapkan hal tersebut ketika menyampaikan laporan di persidangan Komisi urusan Judisial dan Hukum dibawah Yuan Legislatif, Senin, 18 April.
Laporan Luo difokuskan pada upaya Kementrian Kehakiman menghubungi lembaga bersangkutan di Daratan Tiongkok, mengurusi repatriasi 45 warga Taiwan yang seajunya ditahan di Kenya karena dituduh terlibat dalam suatu kasus penipuan telekomunikasi.
Ke 45 warga tersebut dinyatakan tak bersalah dan dibebaskan oleh pihak Kenya pada awal April, tapi ditahan lagi oleh polisi Kenya ketika mereka menuju kantor polisi setempat untuk mengambil kembali paspor. Mereka kemudian dideportasi bersama warga Daratan Tiongkok lain dan ditransportasi ke Guangzhou, Daratan Tiongkok.