(Taiwan, ROC) - Wakil Menteri Perekonomian Shen Jong-chin pada hari Rabu tanggal 21 Mei kemarin tiba di kawasan industri Shen Lang dan Singapore, provinsi Binh Duong, kawasan yang mengalami kerusuhan terparah di Vietnam.
Kementrian Perekonomian pada hari Kamis tanggal 22 Mei menjelaskan Wakil Menteri Perencanaan dan Investasi Vietnam, Dao Quang Thu, Wakil Gubernur Binh Duong, Tran Van Nam, bersama-sama menemani Shen Jong-chin mendatangi kawasan yang terkena dampak kerusuhan. Ketua Dewan Urusan Taiwan Vietnam, Vu Tien Loc juga menyampaikan pesan dari Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Tan Dung, yang mengajukan 6 tawaran bantuan pemerintah dalam memberikan bantuan kepada para pengusaha Taiwan yang terkena musibah.
Wakil Ketua Divisi Investasi Kementrian Perekonomian, Yang Hong mengatakan, “Hal yang diajukan terdiri dari pemberian uang ganti rugi dari perusahaan asuransi yang dibimbing oleh Kementrian Keuangan, pengunduran pelaporan dan pembayaran pajak selama 2 tahun, bebas pajak untuk barang impor dan bebas pajak tambahan untuk produk bahan baku, kemudahan pengajuan visa bagi pekerja asing dan pejabat perusahaan, pembayaran gaji karyawan dibayar dengan yayasan dana kesejahteraan selama masa kerusuhan terjadi.”
Wakil Menteri Luar Negeri, Vanessa Shih, dalam jumpa pers yang digelar di Yuan Eksekutif menjelaskan bahwa rombongan peduli pengusaha Taiwan akan tiba di Hanoi pada tanggal 23 Mei, dan segera melakukan penjajakan dan komunikasi dengan instansi perdagangan terkait di sana.
Vanessa Shih mengatakan, “Sehingga dapat diprediksi usai tiba di Hanoi, maka pihak instansi terkait juga akan turut serta bersama di dalamnya. Untuk keterangan selanjutnya, usai kami melakukan kunjungan ke Hanoi dan melakukan berbagai pertemuan, maka kami akan mengeluarkan berita acara, semua ini sudah kami atur sebelumnya.”
Wakil Menteri Perekonomian Du Zi-jun mengatakan bahwa pihaknya berharap dapat dibuka satu jalur khusus yang menangani masalah ganti rugi untuk para pengusaha Taiwan.
Du Zi-jun mengatakan bahwa Kementrian Perekonomian pada tanggal 26 atau 27 Mei mendatang akan mengutus rombongan kunjungan yang kedua kali, dimana rombongan tersebut akan terdiri dari tim pelatihan, asuransi, akutansi dan keuangan untuk memberikan bantuan kepada para pengusaha Taiwan.