(Taiwan, ROC) – Bank Asia dan Bank Investasi Infrastruktur (AIIB) yang digalang oleh Daratan Tiongkok tanggal 13 April yang lalu menjalin kerjasama, kedua lembaga ekonomi yang awalnya diprediksi akan saling bersaing malah bergandeng tangan untuk menyediakan dana kepada dunia.
Berdasarkan isi dari kerjasama itu disebutkan bahwa, akan menjalankan program kerjasama yang berkaitan dengan pembangungan infrastruktur dan Bank Asia bertangung jawab untuk program pengumpulan serta pengawasan penggunaan dana.
Kedua belah pihak menyebutkan, pada tahun pertama AIIB akan memeriksa pelolosan dana sekitar US$ 1,2 miliar dimana “kebanyakan” dari alokasi dana itu dilakukan bersama dengan Bank Asia.
Target dari alokasi dana termasuk program air bersih, transportasi dan pengembangan enerji untuk kawasan negara-negara di Asia Timur, Asia Tenggara dan Asia Tengah.
2 tahun yang lalu pemerintah Beijing sudah mempersiapkan pendirian AIIB yang bertunjuan untuk memenuhi kebutuhan pembanguan infrastruktur kawasan Asia, dimana hal ini telah menimbulkan ketegangan dari pendukung Bank Dunia.
Amerika adalah negara pertama yang menyampaikan protes dengan alasan bahwa kehadiran AIIB akan menurunkan standar program dan merusak konsep dasar yang telah ada lingkungan serta ekonomi yang berkesinambungan di lembaga keuangan dunia.