(Taiwan, ROC) - Kereta bawah tanah atau MRT jurusan Ban-Nan, tepatnya pada stasiun Jiangzicui pada hari Rabu tanggal 21 Mei kemarin, terjadi kasus pembunuhan membabi buta terhadap para penumpang. Pada hari Kamis tanggal 22 Mei, pelaku kejadian, Jeng Jie usai menjalani pendataan di kantor kepolisian, juga segera dimasukkan ke dalam penjara untuk kelanjutan proses kasus pembunuhan yang dilakukannya tersebut.
Kasus pembunuhan di dalam gerbong kereta MRT ini juga telah mengejutkan seluruh masyarakat Taiwan. Walikota Taipei Hao Lung-pin dan Walikota New Taipei City Eric Chu segera menginstruksikan aparat kepolisian untuk bersiap siaga di setiap stasiun MRT yang ada, dan memperkuat sistim pengendalian keamanan situasi lingkungan.
Wakil Menteri Dalam Negeri Jonathan Chen dalam rapat Dewan Urusan Dalam Negeri Yuan Legislatif menyebutkan bahwa instansi kepolisian telah mengutus sebanyak 80 personil untuk memberikan bantuan kepada pihak kepolisian stasiun MRT, dan berharap pengontrolan serta penjagaan yang dilakukan dapat lebih diperketat.
Jonathan Chen menjelaskan bahwa Perdana Menteri Jiang Yu-hwa memberikan instruksi untuk melakukan pengusutan lebih lanjut dan pengawasan situasi lingkungan yang ramai. Selain itu karena jalur MRT Taipei melewati kedua wilayah pemerintahan, maka keamanannya akan disatukan dan dibawah kebijakan Biro Kepolisian Nasional Kementrian Dalam Negeri. Hal ini juga berlaku untuk transportasi jenis kereta api dan juga kereta api super cepat atau THSR.
Jonathan Chen mengatakan, “Hal ini adalah salah satu bagian saja, akan ditinjau lagi apakah jalur yang dilalui telah melewati batas 2 pemerintahan, jika jalur yang dilalui hanya berada pada batas 1 wilayah, misalnya kota Kaoshiung, maka keamanannya berada di bawah kebijakan pemerintah setempat. Jika jalur yang dilalui telah melewati batas 2 wilayah, maka akan dipertimbangkan untuk menaikkan taraf jaminan keamanan ke tingkat yang lebih tinggi. Kami akan berusaha secepatnya, karena hal ini sudah menyebabkan keresahan masyarakat umum.”
Kementrian Perhubungan, Kementrian Dalam Negeri dalam laporannya di Yuan Eksekutif, telah menyebutkan berbagai alternatif penyelesaian masalah. Perdana Menteri Jiang Yu-hwa juga menyatakan rasa duka cita kepada para korban dan keluarga, serta mengambil 3 keputusan yakni meminta pemerintah setempat untuk memberikan bantuan kepada korban dan keluarga, meminta aparat penyelidikan untuk mempercepat proses pencarian alasan motif pembunuhan, meminta semua instansi terkait untuk dapat menambah jumlah personil keamanan agar dapat menjamin keamanan dan ketertiban sosial masyarakat, memperbanyak pelatihan terhadap personil keamanan dan juga cara pencegahan terhadap setiap kasus insiden yang berkemungkinan terjadi.