(Taiwan, ROC) – Industri museum telah menjadi kesempatan kerjasama baru antar selat dalam pengembangan bidang industri kreatif. Pada tahun 2014 yang lalu “Simposium Pendidikan Sosial Museum Antar Selat” digelar di Museum Provinsi Hubei, Daratan Tiongkok dimana bekerjasama dengan Institut Penelitian Taiwan, Universitas Wuhan. Saat itu kedua belah pihak sepakat, 2 tahun sekali akan menggelar pertemuan.
2 hari ini dari tanggal 13 s/d 14 April, forum serupa kembali digelar yang kali ini diselenggarakan di Pusat Peringatan Budha, Fo Guan Shan, Kaohsiung. Tema yang diambil kali ini adalah “Pengelolaan dan status sosial museum”. Dimana akan mencakup beberapa segi yaitu, pengelolaan museum, industri dan kebudayaan, sumber daya dan berbagi, koleksi dan perawatan. Pertemuan kali ini akan dihadiri oleh perwakilan dari 40 museum dari antar selat untuk membahas perkembangan masa depan museum dan industri kebudayaan.
Ketua Pusat Peringatan Budha, Fo Guan Shan, Guru Ru Chang (如常) menuturkan, perkembangan museum harus sesuai dengan perkembangan jaman, sehingga diharapkan lewat interaksi dan berbagi pengalaman antar selat mampu mendorong masyarakat untuk datang berkunjung.
Ia mengatakan : Diharapkan interaksi pengalaman lewat koleksi yang profesional, pameran dan kreatif serta perkembangan dijitalisasi, kami berharap interaksi ini dapat memberikan inspirasi inovasi yang cerdas, sesuai dengan perkembangan jaman, produk yang dibuat harus dibutuhkan oleh masyarkat.