(Taiwan , ROC) – Presiden Ma Ying-joeu pada hari ini(12/4) bertemu dengan pakar dari “dewan hubungan luar negeri” Newyork, dalam pertemuan Presiden menyampaikan masa bertugas mempromosikan hubungan antar selat Taiwan dan hubungan Taiwan-Amerika telah membuahkan hasil, juga dikatakan, lintas selat yang berpegang pada konsep “ konsensus 92, satu Tiongkok masing-masing persepsi”, menciptakan hubungan terstabil selama 67 tahun, kondisi damai. Presiden Amerika, Barrack Obama bertemu dengan Pimpinan Daratan Tiongkok, Xi Jing-ping juga menyatakan keyakinan mereka atas hubungan lintas selat yang terbina dalam waktu 8 tahun terakhir, ketiga pihak mengharapkan setelah Presiden Ma melepas jabatannya, hubungan lintas selat dan hubungan Taiwan-Amerika dapat dipertahankan dan mengalami kemajuan, mempertahankan status quo termasuk konsensus 92.
Presiden Ma menyampaikan, meskipun terdapat kemajuan besar dalam pembinaan hubungan lintas selat, Ia masih mengharapkan pihak Daratan Tiongkok dapat membubarkan pengerahan militer terhadap Taiwan, tidak lagi menghalangi kepentingan masyarakat Taiwan bisa mendapatkan tanggapan bersahabat. Presiden mengatakan, seperti masyarakat pemegang paspor Taiwan setiba di markas besar PBB tidak diijinkan masuk, hal semacam ini sangat mempengaruhi masyarakat kelas menengah, hal ini juga tidak menguntungkan bagi Daratan Tiongkok.
Presiden Ma mengatakan, “warga Taiwan ketika mengunjungi markas PBB, tidak dapat menggunakan paspor Taiwan, saya merasakan tentu saja ini merupakan hal kecil, akan tetapi yang terpengaruh adalah warga Taiwan kelas menengah; dengan kata lain, hal ini menjadi suatu kerugian, membuat banyak warga Taiwan merasa tidak senang, hal demikian sangatlah tidak penting. Jika saja mereka beranggapan Taiwan merupakan bagian dari mereka, mengapa warga di sini tidak dapat memasuki markas PBB? Hal demikian sangat tidak masuk akal.”
Terkait dengan hubungan Taiwan-Amerika, Presiden Ma mengatakan, semenjak 4 tahun yang lalu kedua belah pihak mulai pembahasan perjanjian kerangka investasi dan perdagangan Taiwan-Amerika(TIFA), negosiasi dilakukan secara aktif, mengharapkan dapat menetapkan kerjasama investasi bilateral. Selain itu, dalam waktu 2-3 tahun Taiwan berupaya keras, mengharapkan dapat bergabung dalam kemitraan trans Pasifik(TPP), akan tetapi, Presiden Ma mengatakan, dikarenakan internal Amerika terdapat suara oposisi terhadap TPP, ditambah lagi tahun ini merupakan tahun pemilu, dengan demikian perkembangan signifikan tidaklah mudah, Beliau menyayangkan pekerjaan ini yang belum terselesaikan.