(Taiwan, ROC) - Kereta bawah tanah (MRT) jurusan Ban-Nan, seorang mahasiswa yang bernama Jeng Jie (21 tahun), pada hari Rabu tanggal 21 Mei sekitar jam 16:00 waktu Taipei, melakukan serangan pembacokan secara membabi buta terhadap para penumpang. Kejadian pembacokan tersebut dilakukan Jeng Jie dari stasiun Longshan Temple hingga stasiun Jiangzicui, dimana jarak antara kedua stasiun tersebut sekitar 3 km, dengan jarak tempuh sekitar 4 menit, sehingga para penumpang yang berada di dalam kereta tidak dapat melarikan diri dan kereta juga tidak akan berhenti di tengah jalan.
Berdasarkan sumber informasi terakhir, kejadian ini telah menyebabkan 4 orang meninggal dunia dan 21 orang lainnya masih dalam perawatan di beberapa rumah sakit terdekat.
Walikota New Taipei City, Eric Chu, juga segera melakukan jumpa pers dan memberikan penjelasan kepada khalayak umum. Eric Chu menyatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan semua aparat keamanan dan juga meminta bantuan dari aparat kepolisian daerah lain, guna memberikan jaminan keamanan dan keselamatan para penumpang.
Pelaku, Jeng Jie, ditangkap oleh aparat keamanan di stasiun Jiangzucui, dan segera dibawa ke kantor kepolisian untuk didata. Pihak kepolisian juga memberikan penjelasan bahwa pelaku mengaku sejak kecil ingin melakukan sebuah karya yang besar, dan tanpa diduga perbuatan besar tersebut adalah pembacokan secara membabi buta terhadap para penumpang MRT.
Hingga berita ini diturunkan, tampak setiap stasiun MRT, kereta api dan juga THSR, pihak kepolisian telah menempatkan petugasnya untuk menjaga keamanan dan keselamatan semua penumpang transportasi umum. (Sumber dan foto: CNA)