(Taiwan-ROC) Presiden Republik Tiongkok, Ma Ying-jeou mengadakan kunjungan ke pulau Pengjia dan mengundang rekan-rekan yang turut mempertahankan kepulauan Diaoyutai. Hu Bu-kai, salah seorang senior yang andil dalam penjagaan Diaoyutai ketika diwawancarai menyampaikan, mempertahankan Diaoyutai bukan hanya demi kedaulatan dan territorial, yang paling penting adalah untuk mempertahankan sumber daya kepulauan Diaoyutai, dan tidak akan pernah menyerah. Ia berharap pemerintah dari presiden terpilih mendatang juga mempertahankan dan menegaskan bahwa Diaoyutai adalah milik Republik Tiongkok.
Presiden Ma Ying-jeou tanggal 9 April berkunjung ke pulau Pengjia bersama Hu Bu-kai yang pada tahun 1970 dalam kegiatan mempertahankan kepulauan Diaoyutai sekapal dengan Lin Xiao-xin dan Liu Yen-jun. Dalam wawancaranya, Hu Bu-kai kembali mengenang masa berlangsungnya kegiatan di mana Amerika Serikat mengelar gerakan mempertahankan kepulauan Diaoyutai, saat membicarakan teman seperjuangannya Lin Yen-jun yang tahun lalu meninggal, Hu dengan mata berkaca-kaca hanya bisa menarik nafas panjang.
Hu Bu-kai membeberkan, ia secara khusus masuk ke situs internet kemenlu melihat deklarasi dan publisitas Kepulauan Diaoyutai dan artikel Insiatif Laut Timur serta 16 hal yang membuktikan kalau Diaoyutai adalah milik Republik Tiongkok, isi dan penjelasan yang tertulis lebih lengkap dan jelas dibandingkan masa itu.
Penyerahkan kekuasaan pemerintahan akan segera berlangsung, Hu Bu-kai berharap presiden terpilih Tsai Ing-wen dapat bersikeras mempertahankan Diaoyutai, menegaskan bahwa Diaoyutai adalah milik Republik Tiongkok. Hu Bu-kai mengatakan, “Diharapkan tetap berdiri di posisi Taiwan, pada kepentingan Republik Tiongkok dan tetap terus bersikeras mempertahankan. Chen Shui-bian juga mengatakan kalau Diaoyutai adalah kepunyaan Taiwan, untuk itu diharapkan Tsai Ing-wen tetap meneruskan ini, jangan belajar dari Lee Deng-hui.
Hu Bu-kai juga mengemukakan, ia adalah seorang fisika, memahami bagaimana agar manusia dapat mempertahankan hidup, yaitu harus mempertahankan sumber alam, untuk itu mempertahankan kepulauan Diaoyutai tidak hanya demi kedaulatan dan territorial, tetapi demi sumber ikan, minyak bumi dan sumber lain disekelilingnya. Ia menekankan, apabila ROC melepaskan kedaulatan dan Diaoyutai menjadi milik Jepang, maka garis perairan ekonomi Jepang akan sampai pada pesisir Daratan Tiongkok; apabila Diaoyuti milik Taiwan, garis perairan ekonomi Taiwan akan digambarkan hingga pesisir Jepang, perbedaan yang sangat besar, untuk itu harus mempertahankan dan tidak boleh menyerah.