(Taiwan, ROC) - Menteri Transportasi, Chen Jian-yu pada hari Kamis tanggal 4 April dalam rapat Komisi Transportasi Yuan Legislatif mengkonfirmasikan, jumlah wisatawan Daratan Tiongkok yang berwisata ke Taiwan mengalami penurunan, sejak pertengahan April ini akan lebih terlihat jelas, dikhawatirkan penuruan mencapai 30% lebih. Dalam merespon hal ini, Chen Jian-yu mengajukan program “3 tidak”, menghimbau pihak Daratan Tiongkok untuk tidak menyamakan pertukaran wisatawan dengan hubungan antar selat Taiwan, tidak melakukan hal yang menghambat emosi perasaan dari pertukaran masyarakat begitu pula dengan perkembangan pertukaran pariwisata antar selat Taiwan.
Komisi Transportasi Yuan Legislatif pada hari Kamis tanggal 4 April mengundang Menteri Transportasi Chen Jian-yu dalam rapat laporan proyek “Menghadapi Kesulitan dan Pengembangan Pariwisata Taiwan”, terkait dengan rumor berkurangnya wisatawan Daratan Tiongkok yang datang ke Taiwan yang beredar di kalangan legislator.
Chen Jian-yu saat interpelasi mengkonfirmasikan, meskipun saat ini perubahan yang terlihat tidak terlalu besar, tetapi dari sisi proses “Surat ijin masyarakat Daratan Tiongkok berwisata ke Taiwan” pihak Daratan Tiongkok menggunakan sistem yang mempersulit sehingga dapat dipastikan jumlah wisatawan Daratan Tiongkok yang datang ke Taiwan mengalami penurunan. Chen Jian-yu dalam jumpa pers usai rapat membeberkan, diperkirakan penurunan jumlah wisatawan Daratan Tiongkok yang datang ke Taiwan akan terlihat jelas setelah pertengahan April, penurunan mungkin mencapai lebih dari 30%. Ada hal-hal rumit yang sulit, wisatawan daratan ke Taiwan memang tren menurun
Chen Jian-yu menegaskan, tentu tidak mengharapkan hal demikian terjadi, ia juga secara khusus menghimbau “3 tidak”, berharap pihak Daratan Tiongkok jangan karena perubahan hubungan antar selat Taiwan mempengaruhi masyarakat dan pertukaran wisatawan antar selat Taiwan, karena ini tidak memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak.
Chen Jian-yu mengatakan, “Jangan menyamakan pariwisata dengan hubungan antar selat Taiwan, saya ingin menekankan poin ini; selain itu pada hubungan antar selat Taiwan, interaksi masyarakat antar selat Taiwan, jangan karena nya menimbulkan dampak tidak baik, melukai perasaan masyarakat antar selat Taiwan; ke tiga adalah kami mengharapkan industri pariwisata dapat berkembang stabil dan berkesinambungan, maka dari itu juga jangan ada hal apapun yang mempengaruhi perkembangan industri pariwisata kita, harus ada prinsip “3 Tidak”baru dapat melancarkan proses perkembangan pariwisata ke dua belah pihak.”
Sementara itu, Biro Pariwisata juga menyampaikan, masalah yang dihadapi pariwisata Taiwan saat ini selain perubahan hubungan antar selat Taiwan, kebijakan yang belum jelas dari pihak Daratan Tiongkok, juga ada kemerosotan ekonomi global, pelambatan pasar pariwisata Asia serta kekurangan dan ketidakmerataan pemandu wisata bahasa asing yang ada pada saat Taiwan membuka wisatawan dari Asia Tenggara, pengembangan e-komersial industri pariwisata Taiwan harus terus ditingkatkan, dampak dari isu kebijakan pajak industri pariwisata beberapa tahun terakhir ini dan masalah lainnya. Guna mengantisipasi kendala ini, Biro Pariwsiata mencanangkan program promosi jangka pendek, mendongkrak keinginan masyarakat lokal untuk berwisata, dengan agresif mempermudah pengajuan visa bagi wisatawan Asia Tenggara, membuka dan memperluas sumber-sumber baru; meningkatkan manajemen pengoperasian industri pariwisata, mempromosikan wisata kapal pesiar dan terus mempromosikan pariwisata Taiwan pada peluang pasar yang ada.