(Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-jeou pada hari Kamis tanggal 7 April di Istana Kepresidenan menerima kunjungan Duta Besar Vatikan di Taiwan, Msgr. Paul Russell, yang akan segera dialih-tugaskan ke tempat lain. Dalam ajang pertemuan tersebut, Ma juga menyebutkan berbagai bentuk kerjasama dan interaksi antar kedua belah pihak yang berlangsung selama 8 tahun terakhir ini. Ini juga menjadi bukti bahwa persahabatan kedua belah pihak berjalan dengan baik dan kokoh.
Duta Besar Msgr. Paul Russell yang telah bertugas selama 8 tahun di Taiwan, akan dialih-tugaskan ke Turki, dan pertemuan dengan Presiden Ma di istana menjadi kunjungan perpisahan resmi sebelum meninggalkan Taiwan.
Ma menyebutkan bahwa sejak dirinya menduduki kursi kepemimpinan, jumlah kunjungan para petinggi Vatikan ke Taiwan melebihi negara lainnya. Dalam bidang pendidikan, pada tahun 2011, kedua belah pihak telah menandatangani perjanjian kesepakatan pengakuan gelar dan ijasah dari masing-masing instansi pendidikan tinggi, yang menjadi catatan sejarah perjanjian pertama yang ditandatangani sejak terjalinnya hubungan diplomasi dengan Republik Tiongkok pada tahun 1942.
Ma juga yakin akan hasil kerja keras dari Msgr. Paul Russell selama 8 tahun terakhir ini, sehingga hubungan Republik Tiongkok dengan Vatikan dapat terus berkembang dan maju.
Presiden Ma mengatakan,“Hubungan diplomatik Republik Tiongkok dengan Vatikan akan segera memasuki tahun ke 74. Hubungan telah lama terjalin dan interaksi yang aktif kedua belah pihak. Masa tugas Msgr. Paul Russell sejak Juni 2008 hingga saat ini, boleh dikatakan bertumpang tindih dengan masa jabatan saya sebagai presiden. Selama 8 tahun ini juga telah tercapai berbagai jenis kerjasama yang sebelumnya tidak pernah ada, dan saya juga berharap alih tugas yang diberikan tidak berhubungan dengan masa akhir jabatan saya. ”
Selain itu, Ma juga menambahkan seiring banyaknya misionaris asing yang datang bertugas di Taiwan, 5 tahun silam Ma mengajukan Program Mackay, yang memperbolehkan misionaris asing berusia 65 tahun ke atas atau yang telah bertugas di Taiwan lebih dari 25 tahun, bisa mendapatkan tunjangan kesejahteraan yang sama, layaknya warga dalam negeri. Walau tunjangan tersebut tidak seberapa nilainya, namun memiliki makna kepedulian yang sangat tinggi.