History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kementerian kesehatan dan kesejahteraan: pengajuan pembelian obat hepatitis C dari luar negeri tidak melanggar aturan.

  • 06 April, 2016
  • Editor
Kementerian kesehatan dan kesejahteraan: pengajuan pembelian obat hepatitis C dari luar negeri tidak melanggar aturan.
Obat bagi penderita hepatitis C

(Taiwan, ROC) – Tahap penyembuhan penyakit hepatitis C membutuhkan biaya obat bernilai jutaan dolar Taiwan, menjadi beban sangat berat bagi penderita. Kementerian kesehatan dan kesejahteraan mengatakan, perihal terkait apakah asuransi kesehatan nasional Taiwan juga dapat men-cover biaya obat baru hepatitis C, ditjen kesehatan masih dalam tahap peninjauan, ada warga yang memperoleh obat penyembuh hepatitis C lebih murah di negara India, Bangladesh, asalkan mengajukan permohonan digunakan secara pribadi maka hal demikian tidak ilegal.

  

Penyakit liver banyak diderita oleh warga Taiwan, mencapai 550.000 mengidap ancaman penyakit kronis hepatitis C, jika tidak menjalani pengobatan aktif maka semakin beresiko tinggi menimbulkan radang pada liver dan kanker liver. Sementara ini banyak obat penyembuh hepatitis C yang beredar di pasar, walaupun kemanjuran obat baru hampir mencapai 100%, akan tetapi biaya pengeluaran utuk obat yang diperlukan dapat mencapai 1 hingga 2 juta, tanpa dicover pihak asuransi kesehatan nasional, hal ini sangat membebani pasien.

  

Beberapa negara sedang berkembang seperti India, Bangladesh memproduksi obat ini yang memiliki kandungan “generik”, dengan harga penjualan tidak melebihi dari 5% harga pabrik, dikarenakan harga sangat murah, sementara ini setiap bulan ada 20 warga mengajukan permohonan mengimpor obat tersebut, pihak kementerian kesehatan dan kesejahteraan mengatakan, asalkan melampirkan data lengkap dan pernyataan digunakan pribadi dalam hal ini tidak melanggar. Tsai Shih-chih, direktur divisi obat dan makanan dan spesialis teknis, kementerian kesehatan dan kesejahteraan mengatakan, “wajib membubuhkan bukti resep dokter, kemasan luar obat, surat pernyataan untuk digunakan secara pribadi, lembaran instruksi, kemudian mengajukan permohonan melalui FDA, biasanya memerlukan waktu 1~2 minggu, baru akan kami ijinkan.”

  

Bahkan ada pengusaha menjadi distributor untuk obat tersebut, kementerian kesehatan dan kesejahteraan mengatakan, masih akan memeriksa lebih lanjut akan terlibat dalam pemasangan iklan obat ilegal. Ditjen asuransi kesehatan nasional mengemukakan, telah menjalankan rapat dengan pakar membahas obat baru hepatitis C, sementara ini harga obat yang ditawarkan cukup tinggi, pihak asuransi kesehatan nasional mengharapkan dapat dibandingkan dengan Korea yang dapat menekan harga hingga 300 ribu dolar Taiwan, dala hal ini pihak pengusaha yang bersedia maka dapat mengajukan program yang akan mereka jalankan, masih mengupayakan rencana anggaran 10 tahun di tahun mendatang sebesar 80 milyar dolar Taiwan, memprioritaskan untuk penderita hepatitis C, diprakirakan setiap tahun dapat mengobati 13.500 orang, dalam jangka waktu 10 tahun 135.000 orang.

Komentar

Terbarumore