(Taiwan-ROC) Direktur Senior Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih untuk urusan Asia, Daniel Kritenbrink tanggal 31 Maret waktu setempat mengemukakan menyambut Beijing dan Taipei untuk terus mempertahankan perdamaian antar selat Taiwan sehingga situasi tetap stabil; Wakil Menteri Luar Negeri Daratan Tiongkok, Tzeng Tze-guang menyampaikan, pihak Daratan Tiongkok akan mempertahankan “konsensus 92” yang ini ini merupakan landasan dasar politik.
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama tanggal 31 Maret dalam KTT Keamanan Nuklir sempat mengelar pertemuan bilateral dengan pemimpin Daratan Tiongkok, Xi Jin-ping di mana dalam jumpa pers setelah pertemuan “Obama dan Xi”, Wakil Menteri Luar Negeri Daratan Tiongkok, Tzeng Tze-guang membeberkan kedua pemimpin negara tersebut tidak berinisiatif membahas issue Taiwan.
Dalam sesi tanya jawab wartawan selesai memberika laporan singkat, media dari Hongkong menanyakan, pelantikan presiden terpilih Tsai Ing-wen akan segera berlangsung, apakah Obama dan Xi Jin-ping dalam pertemuannya juga membahas isu Taiwan? bagaimana respon dari Obama?
Tzeng Tze-guang membeberkan, Taiwan selalu menjadi isu paling “penting dan sensitive” dalam hubungan Daratan Tiongkok dengan Amerika Serikat, Xi Jin-ping kembali menegaskan Obama, posisi serius pemerintahan Daratan Tiongkok di Taiwan, Xi Jin-ping menekankan, pihak Daratan Tiongkok akan bersikeras dengan “Konsensus 92” sebagai landasan politik untuk terus mempromosikan hubungan dan perkembangan perdamaian antar selat Taiwan, bersamaan dengan waktu itu juga mengekang segala bentuk kegiatan separatis “Taiwan merdeka”. Berharap pihak Amerika Serikat tetap berpegang teguh pada prinsip “Satu Tiongkok”yang memainkan peran konstruktif bagi pengembangan perdamaian hubungan antar selat Taiwan.
Sementara dalam jumpa pers yang berlangsung sebelum pertemuan “Obama dan Xi” pada tanggal 31 Maret petang waktu setempat ia memperkirakan sama seperti sebelumnya kalau dalam pertemuan “Obama dan Xi” akan mengangkat isu Taiwan, ia memastikan Obama akan menyampaikan posisi yang ada yaitu Amerika Serikat mematuhi kebijakan “3 komunike AS dan Daratan Tiongkok”, “Taiwan Relation Act” dan “One China Policy”.
Tzeng juga menyampaikan, Obama dengan jelas menyampaikan kalau pihak Amerika Serikat menyambut perkembangan bersejarah selama beberapa tahun ini dari hubungang antar selat Taiwan, AS juga berharap agar pekembangan perdamaian dan kestabilan hubungan antar selat Taiwan dapat diteruskan; perdamaian dan kestabilan hubungan antar selat Taiwan merupakan kepentingan mendasar bagi AS, untuk itu AS mendukung agar dalam masa pemerintahan Partai Progresif Demokratik (DPP) dan setelah Tsai Ing-wen menjadi presiden, hubungan kerja sama antara Beijing dan Taipei dapat terus dilangsungkan.
Terkait dengan kekhawatiran Amerika Serikat terhadap hubungan antar selat Taiwan setelah Tsai Ing-wen menjabat sebagai presiden, dalam pembahasan Taipei saat pertemuan AS dan Beijing dan Taipei sudah dengan “sangat jelas dan terus terang” menyatakan posisinya.