(Taiwan, ROC) – Belum lama ini baru terjadi masalah pelepasan tembakan oleh instansi keamanan laut Indonesia terhadap kapal nelayan asal Taiwan yang tengah berlayar di Selat Melaka. Menteri Luar Negeri, David Lin dalam rapat Yuan Legislatif pada hari Kamis tanggal 31 Maret, menyampaikan bahwa Kemenlu tengah menyusun tim rombongan kunjungan ke Indonesia, yang akan mengikut-sertakan Kantor Bidang Perikanan Dewan Pertanian dan pihak Administrasi Penjaga Pantai dan Laut atau CGA. Kunjungan tersebut selain untuk memastikan benda bukti kasus penembakan, juga berharap dapat mulai menjajaki kemungkinan pembahasan dan diskusi dengan pihak Indonesia, sehubungan dengan Kesepakatan Kerjasama Bidang Perikanan dan Pelaksanaan Hukum Terkait, sehingga kejadian serupa tidak dapat terulang kembali.
Dalam Rapat Interpelasi Yuan Legislatif, David Lin menjelaskan bahwa pihak Indonesia telah menyerahkan laporan kasus pada tanggal 29 Maret lalu. Namun dalam laporan yang diajukan, ditemukan adanya perbedaan dalam barang bukti dan isi laporan. Pihak Kemenlu juga telah meminta pihak Indonesia untuk dapat menemukan dan mengajukan barang bukti lainnya, sehingga memudahkan kedua belah pihak untuk melakukan analisa kasus penembakan tersebut.
David Lin mengatakan, “Selanjutnya kami akan melakukan diskusi dan mengajak pihak Kantor Bidang Perikanan Dewan Pertanian dan pihak Administrasi Penjaga Pantai dan Laut atau CGA, ikut serta menjadi anggota rombongan kunjungan ke Indonesia dalam waktu dekat. Kunjungan tersebut berfungsi untuk melakukan komunikasi dengan instansi berwenang di Indonesia, membahas laporan dan mencocokkan barang bukti yang diajukan oleh masing-masing pihak. Dengan menuntaskan kasus tersebut, maka masing-masing instansi kedua belah pihak dapat membangun sebuah kerangka pelaksanaan hukum di masa yang akan datang, khususnya sistim komunikasi dan menghindari kasus serupa terulang kembali.”
Selain hubungan kerjasama pelaksanaan hukum, banyak anggota Legislator yang menanyakan kemungkinan penandatangan MoU Kesepahaman bidang perikanan dengan Indonesia. David Lin menjawab Kemenlu akan terus melakukan upaya diskusi terkait, namun pihak Indonesia juga telah resmi menyatakan tidak bersedia menjalin kerjasama pengelolaan sumber daya laut dengan negara manapun.