(Taiwan, ROC) - Dalam reklamasi Laut Tiongkok Selatan, Daratan Tiongkok memperkuat tugas pertahanan militernya di sana, sementara pihak Amerika mengutus kapal navigasi gerakan kebebasan ke Laut Tiongkok Selatan sehingga situasi tegang terus meningkat. Menteri Luar Negeri, David Lin pada hari Kamis tanggal 31 Maret di Yuan Legislatif, Komite Urusan Luar Negeri kembali menegaskan, ketegangan di kawasan setempat akan terus memanas hingga tahap tertentu. Namun dilihat dari perkiraan secara menyeluruh, meskipun masing-masing pihak bertentangan, tetapi tetap dapat mempertahankan situasi seteru dengan tidak saling menyerang.
Laporan media asing melaporkan, dalam waktu dekat ini pengadilan arbitrase internasional akan mengambil keputusan “Arbitrase Laut Tiongkok Selatan antara Daratan Tiongkok dan Filipina”, yang mungkin membuat pemerintahan Amerika Serikat menyampaikan sikap tidak akan mengakui Air Defense Identification Zone (ADIZ) yang keluarkan pihak Daratan Tiongkok. Namun, wakil biro pertahanan nasional, Cou Mei-wu saat diinterpelasi menyampaikan, saat ini Daratan Tiongkok masih belum mengumumkan kemampuan ADIZ nya.
Cou Mei-wu mengatakan, “Sekarang ini kami tengah mengamati aksi perkembangan di 7 kepulauan Nansha, dan juga mempertimbangkan kondisi rudal no 9 yang terletak di pulau Woody, tampaknya ini hanya mampu dioperasikan dalam kondisi tempur, dan ini masih belum mampu dipergunakan sebagai alat untuk mendeklarasikan ADIZ, hal ini tergantung dari perkembangan situasi, dilihat dari situasi sekarang, tidak akan dapat diumumkan.”
Saat ini penjaga pantai (Coast guard) yang bertanggung jawab atas kepulauan Taiping Nansha, tetapi dalam rapat interpelasi ada beberapa legislator dari Partai Progresif Demokrat mengajukan masalah untuk mengembalikan tanggung jawab pada Kementerian Pertahanan Nasional, Menteri Pertahanan Nasional, Gao Guang-chi merespon dengan menyampaikan, semua akan berdasarkan pada pelaksanaan kebijakan negara.
Di sisi lain, pihak Jepang memasang radar dan mengirim pasukan nya menduduki Pulau Yonaguni, Gao Guang-chi mengemukakan, tahun lalu Jepang telah mengumumkan tindakan peningkatan kemampuan pasukannya di kepulauan Barat Daya adalah sebagai implementasi perencanaan pelaksanaan yang sesuai dengan apa yang telah ditetapkan dan pihak pertahanan nasional akan selalu memperhatikan setiap tindakan terkait yang diambil. Gao Guang-chi menyampaikan, tindakan yang dilakukan Jepang ditujukan pada Daratan Tiongkok, bukan pada Taiwan, lagipula Pertahanan Nasional memiliki peraturan militer ketat dan akan dapat menjamin sebagai parameter elektronik “Rahasia negara” yang terbaik.