History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Ma Dan Tsai Bicara Urusan Luar Negeri

  • 30 March, 2016
  • Editor
Ma Dan Tsai Bicara Urusan Luar Negeri
Ma Dan Tsai Bicara Urusan Luar Negeri

(Taiwan, ROC) – Rabu ini (30/3) pertemuan presiden dan presiden terpilih Republik Tiongkok akhirnya dilangsungkan di Gedung Wisma Tamu Taipei (The Taipei Guest House). Dalam dialog selama 70 menit itu, pembahasan lebih kepada urusan luar negeri namun sama sekali tidak membahas hubungan antar selat. Selain itu, berkaitan dengan pulau Taiping, Tsai Ying-wen menjelaskan bahwa sikap DPP soal kedaulatan tidak pernah berubah.

Setelah dalam pertemuan tertutup selama 70 menit, Ma dan Tsai keluar bersama yang kemudian dilakukan foto bersama. Kemudian jumpa pers digelar langsung dengan didampingi oleh Sekjen Istana Presiden Tseng Yung-chuan, wakil Sekjen Hsiao Hsu-tsen dan juru bicara Chen Yi-hsin.

Dikutip, Presiden Ma dan Tsai membahas lebih banyak soal hubungan luar negeri, selain berbicara tentang hal-hal yang bersifat rahasia, presiden juga memberikan penjelasan seluruh kerjasama yang saat ini terjalin dengan negara-negara sahabat. Tsai menyampaikan, ia mengetahui bahwa pemerintah yang saat ini telah melakukan banyak kerja diplomasi, beberapa pengalaman yang bisa diwariskan, sehingga kerja diplomasi di masa yang akan datang akan lebih luas. Ia juga secara khusus mengucapkan terima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh presiden Ma ke Amerika Tengah, mengundang pemimpin negara sahabat untuk menghadiri upacara inagurasi presiden serta menghimbau agar kedutaan yang ada di Taiwan dapat mempertahankan hubungan yang baik dengan pemerintah yang baru.

Berkaitan dengan hubungan antar selat, serta apakah bicara soal “Konsensus 92” atau hal perjanjian perdagangan barang dan jasa, Tseng Yung-chuan mengatakan tidak ada pembahasan mengenai hal terkait, hanya saja diakhir perbincangan, Presiden Ma menyampaikan, bahwa semua pihak mengerti sikap dan prinsip hubungan antar selat dari pemerintah Ma. Namun hal itu tidak dilanjutkan atau direspon oleh Tsai Ying-wen. Tseng menyampaikan : Karena Presiden Ma mengatakan, semua pihak mengetahui jelas tentang hubungan antar selat, karena sikap dan prinsip dasar pemerintah Ma dalam mengelola hubungan antar selat sudah dimengerti oleh semua orang dan tidak ada lagi pembahasan lebih mendetil, karena sudah berjalan 70 menit dan harus ditutup maka presiden hanya mengatakan itu saja.

Presiden Ma juga mengungkit soal pulau Taiping di Laut Tiongkok Selatan dan menjelaskan cara kerja Filipina dan Vietnam serta apa yang diketahui oleh pihak Amerika, selain itu secara khusus juga menyampaikan bahwa untuk isu ini tidak ada jalinan kerjasama dengan Daratan Tiongkok.

Tsai juga menyampaikan, bahwa sikap dan pernyataan partai DPP atas kedaulatan di kawasan Laut Tiongkok Selatan tidak berubah, mungkin ada segelintir anggota legislatif DPP yang punya pendapat berbeda namun tetap berdasarkan pusat. Ia menambahkan, saat ini DPP masih sebagai partai oposisi, masih ada dokumen-dokumen tentang pulau Taiping yang belum dibaca, ia berharap dapat sesegera mungkin mendapatkannya untuk bisa didalami.

Komentar

Terbarumore