(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan pembangunan stasiun radar oleh pemerintah Jepang dan penempatan 160 tentara pasukan bela diri khusus di pulau Yonaguni, telah menarik perhatian dunia internasional. Untuk itu Kementerian Pertahanan dan Keamanan atau MND pada hari Selasa tanggal 29 Maret menyebutkan bahwa pihaknya telah mendapatkan data dan informasi yang mendetail terkait isu yang ada. Oleh karena itu pihak MND juga telah bersiap siaga dalam melakukan antisipasi pertahanan dan keamanan nasional.
Pulau Yonaguni yang berjarak 100 meter dari Timur Taiwan, sebelumnya tidak memiliki sarana dan prasarana militer. Namun sehubungan dengan pembangunan stasiun radar oleh pemerintah jepang di pulau tersebut, diprediksi untuk melakukan pengintaian terhadap setiap aktivitas di perairan dekat kepulauan Diaoyutai. Masyarakat umum juga mengkhawatirkan pembangunan itu akan membuahkan masalah dalam hubungan Taiwan, Jepang dan Daratan Tiongkok.
Juru Bicara MND, Luo Shau-he mengatakan, “Sehubungan dengan pembangunan stasiun radar di pulau Yonaguni oleh pemerintah Jepang, kami telah mendapatkan informasi yang selengkapnya. Dengan pembangunan tersebut, sekalipun memiliki fungsi lainnya, namun saya rasa kami akan tetap melakukan pemantauan perkembangan di kedepannya. Kami juga akan siap menindaklanjuti dengan aksi yang sekiranya dibutuhkan, guna memastikan keamanan satuan militer kita.”
Luo menegaskan bahwa selama perairan laut dan udara yang disebut adalah bagian dari teritorial Republik Tiongkok, maka pihak MND akan terus melanjutkan tugas patroli yang telah berlaku, agar tidak menimbulkan berbagai permasalahan lainnya.