History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kasus Pembunuhan Bocah di Kawasan Neihu Cengangkan Masyarakat

  • 29 March, 2016
  • Editor
Kasus Pembunuhan Bocah di Kawasan Neihu Cengangkan Masyarakat
Kasus pembunuhan bocah di Neihu
(Taiwan, ROC) – Kasus pembunuhan terhadap seorang bocah perempuan berusia 4 tahun di kawasan Neihu, telah mencengangkan dan menaikkan emosi masyarakat. Walikota Taipei, Ko Wen-jer pada hari Selasa tanggal 29 Maret menggelar jumpa pers dan menyebutkan bahwa situasi pengawasan keamanan masyarakat tidak hanya harus dijaga oleh instansi keamanan semata, tetapi juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari seluruh masyarakat, agar para pengguna narkoba dan psikopat tidak melakukan tindakan yang membahayakan kehidupan dalam sosial masyarakat. 
 
Berkenaan dengan kasus tersebut, Ko mengatakan bahwa pada tahun sebelumnya juga telah terjadi kasus pembunuhan terhadap pelajar SD Beitou yang dilakukan secara acak oleh sang pelaku. Untuk itu instansi terkait telah memperketat upaya keamanan di dalam lingkungan sekolah. Namun sehubungan dengan kasus yang terjadi di luar sekolah, terlebih-lebih jika tindakan dilakukan di luar batas pengawasan yang berwajib, maka sudah saatnya untuk mempertimbangkan kembali struktur pengawasan keamanan masyarakat yang baru.
 
Ko mengatakan, “Kasus pembunuhan secara acak yang dilakukan oleh pelaku, kembali membuat kita harus menindaklanjuti alasan di balik kejadian yang dilakukan. Namun yang jelas adalah pelaku dapat dipastikan adalah pecandu narkoba, penggunaan obat-obatan tertentu, mabuk dan psikopat. Kelompok ini membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari masyarakat umum, dan diupayakan agar tidak menimbulkan kekhawatiran bagi kehidupan sosial masyarakat. Namun ini juga bukan berarti dengan memberikan hukuman lantas kasus dapat terselesaikan, saya kira ini bukan jalan yang terbaik.”
 
Sehubungan dengan kembali maraknya suara pro dan kontra berkenaan dengan hukuman mati terhadap pelaku kejahatan, Ko menyebutkan bahwa hukuman mati bagi pelaku pembunuhan adalah budaya lama. Namun dirinya yang berlatar belakang peneliti dan ilmuan, menyebutkan bahwa melihat hasil data statistik penelitian yang lebih mendalam oleh berbagai negara di dunia, menyebutkan bahwa hukuman mati tidak akan menurunkan angka kasus pidana skala berat. Sehingga kini yang terpenting adalah bagaimana cara menghindari pengulangan kasus serupa. Ini membutuhkan perhatian dari seluruh masyarakat.
 
Hari ini (29/3) saat perdana menteri Chang San-cheng diwawancarai, Ia mengatakan Taiwan masih menjalani hukuman eksekusi, jika akan dihapus hukuman eksekusi maka perlu kesepakatan bersama masyarakat, akan tetapi kasus pembunuhan di MRT oleh Cheng Jie hingga saat ini terlihat kesepakatan peniadaan hukuman mati masih berjarak jauh; dirinya sebagai pejabat pemerintah untuk hal ini akan diserahkan kembali untuk didiskusikan bersama masyarakat.
  
Chang San-cheng mengatakan, “hukuman eksekusi Taiwan sama sekali belum dihapus, banyak yang ingin meniadakan hukuman ini, akan tetapi hingga saat ini dalam aturan hukuman mati masih berlaku, saya ingin merubah kondisi hukum saat ini, satu ketentuan, tingkat kesepakatan masyarakat perlu tinggi sekali; semenjak kasus pembunuhan MRT hingga saat ini, saya merasa masyarakat terhadap penghapusan hukuman eksekusi perlu kesepakatan bersama, kesepakatan ini sepertinya masih jauh, saya sebagai pejabat, saya mengembalikan topik ini untuk dimusyawarahkan bersama. 
 

Komentar

Terbarumore