History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden : Rubah Kebijakan Hapus PLTN Patut Jadi Pertimbangan

  • 26 March, 2016
  • Editor
Presiden : Rubah Kebijakan Hapus PLTN Patut Jadi Pertimbangan
Presiden Ma Ying-jeou dan Sonja Becq

(Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-jeou saat menyambut kedatangan Wakil Ketua Federasi Dewan Perwakilan Belgia, Sonja Becq pada tanggal 25 Maret kemarin, membahas perihal kebijakkan sumber energi. Beliau mengatakan, Belgia pada tahun 2003 pernah menyetujui usulan untuk mengakhiri Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dan meminta segala yang berkaitan dengan PLTN berakhir dalam waktu 40 tahun serta menutup seluruh PLTN pada tahun 2025.

Kepala Negara mengatakan, apabila dilihat dari proses sebelumnya, Belgia seharusnya pada tahun sebelumnya telah menutup 3 reaktor air didi lanjut (ABWR). Namun dikarenakan sumber energi pengganti masih belum dapat mencukupi kebutuhan, sehingga apabila pada tahun 2025 dilakukan penutupan total PLTN, Belgia akan dihadapkan dengan permasalahan pemenuhan kebutuhan energi. Oleh karena itu, Dewan Perwakilan Belgia pada bulan Desember tahun kemarin mengumumkan, memperpanjang penghapusan 2 PLTN 10 tahun lagi yang pada awalnya direncanakan pada tahun 2015, dan membuat kebijakan perundangan menjadi lebih elastis.

Presiden mengatakan, bencana Fukushima yang terjadi pada 5 tahun yang lalu, membuat 4 negara di dunia mengumumkan untuk menghapuskan PLTN, termasuk Jepang, Jerman, Belgia dan Swiss, namun saat ini baru Jerman yang masih bertahan. Hal ini mengartikan bahwa negara-negara di dunia harus mempertimbangan baik-baik mencari sumber energi pengganti dan bukan dengan mudah menghapuskan salah satu pilihan yang ada.

Kepala Negara mengatakan, “Swiss saat ini telah memutuskan, periode penghapusan PLTN diundur sampai pada saat yang belum dipastikan, ini mengartikan bahwa setelah melalui pertimbangan negara-negara tersebut, berharap dapat mencari sumber energi lain menyelesaikan permasalahan kebijakan sumber energi, dan bukan langsung menghapuskan salah satu pilihan. Hal ini patut jadi pertimbangan kita.”

Presiden juga menjelaskan sikap Republik Tiongkok atas keadaan Laut Tiongkok Selatan, berharap dapat saling bekerja sama dan tidak terjadi konfrontasi, dapat saling berbagi bukan menduduki, harus pragmatis dan bukan saling keras kepala. Berharap dapat mencegah persengketaan, perencanaan secara keseluruhan, pembangunan pembagian daerah dan bersama-sama menciptakan perdamaian laut Tiongkok selatan. Republik Tiongkok juga berharap dapat menjadikan perdamaian 3 laut yaitu, laut Taiwan, laut timur dan laut selatan, menjadi dasar diplomasi, menjadi pencetus perdamaian di area tersebut.

Komentar

Terbarumore