(Taiwan, ROC) – Festival film wanita yang bertemakan tokoh wanita dalam dunia perfilman Taiwan, berlangsung pada tanggal 25 Maret di Universitas New York dan Perpustakaan publik New York, memutarkan film yang disutradarai oleh Huang Yu-shan (黃玉珊) yaitu Taste of Life (百味人生) kemudian film yang sempat tenar pada musim panas tahun sebelumnya, Our Times (我的少女時代) serta 4 film percintaan lainnya.
Huan Yu-shang yang saat ini menjabat sebagai dosen Master Dokumentasi dan Pengarsipan Film, Universitas Seni Nasional Tainan, pada tanggal 25 secara khusus berangkat dari Taiwan menuju Amerika untuk menghadiri forum diskusi film Twin Bracelets (雙鐲) dan berdiskusi bersama dengan dosen jurusan perfilman Zhang Zhen dan sutradara Rubaiya Hossain, yang diadakan di sekolahnya dulu, Universitas New York. Dia menceritakan tentang ide dan perasaanya saat menyutradarain film tersebut. Selain itu juga menggambarkan perkembangan dunia perfilman wanita di Taiwan dan perjalanan kisahnya sebagai sutradara film independent.
Pusat kebudayaan Taipei, Kementerian Kebudayaan, sebagai dukungannya dalam Hari Perempuan Internasional, selain merencanakan 8 seniman perempuan Taiwan yang lahir pada tahun 80an untuk ikut serta dalam pameran HER Gaze, juga bekerja sama dengan Universitas New York dan perpustakaan publik Manhattan New York, mengadakan Festival Fim Perempuan Taiwan 2016, dimana Universitas Negeri Michigan dan Universitas Scranton juga ikut serta didalamnya.
Universitas New York dan perpustakaan publik Manhattan New York akan memutarkan 6 film seperti Spring Cactus, Taste of Life, Twin Bracelet, The Strait Story, Our Times dan Juliets selama 6 pekan terhitung sejak tanggal 25 Maret, untuk mendorong elemen dunia perfilman wanita Taiwan sampai ke New York. 4 film diantaranya Spring Cactus, Taste of Life, Twin Bracelet dan The Strait Story merupakan karya sutradara Huang Yu-shan, dan Our Times merupakan karya pertama sutradara Chen Yu-shan (陳玉珊).
Saat menerima wawancara wartawan dari CNA News, Huang Yu-shang mengatakan, lingkungan industri perfilman Taiwan dan pembuatan film independen masih terus berkembang dan juga dapat ditemukan semakin banyak wanita yang ikut terjun dalam industri perfilman. Hal ini membuat tema syuting semakin luas, tidak lagi terbatas pada perbendaan gender, semakin lebih perduli lingkungan, orang tua maupun kerusakan ekologi. Beberapa sutradara wanita juga menggunakan film dokumenter singkat untuk mengeksplorasi dampak dari bencana alam terhadap keluarga.