(Taiwan, ROC) – Berkaitan dengan kasus penembakan oleh pihak berwenang Indonesia terhadap kapal ikan MV Sheng Te Tsai dan MV Lien I Hsing nomor 116, pemerintah Indonesia sampai saat ini menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan adalah telah sesuai dengan prosedur yang ada. Tanpa memberikan bukti yang kuat atas penjelasan itu, Menteri Luar Negeri David Lin (林永樂) Jumat ini (25/3) menyampaikan bahwa pihak Taiwan telah meminta pihak Indonesia untuk memberikan penjelasan tertulis.
Menlu Lin menyampaikan : Untuk hal ini kami berharap mereka bisa memberikan penjelasan tertulis, kami menilai seharusnya ada penjelasan tertulis atau bukti-bukti terkait sehingga kami dapat memastikan penjelasan dari pihak Indonesia.
Setelah kedua kapal itu tiba di pelabuhan Singapura, pejabat kantor perwakilan dan petugas FA-COA langsung melakukan dialog. Deputi Ditjen FA-CAO Huang Hung-yen hari ini setelah lewat dialog pertama menyampaikan, sampai saat ini sudah dipastikan walau MV Lien I Hsing nomor 116, walau terkena 4 s/d 5 tembakan namun tidak ada bekas peluruh dan kemudian akan segera kembali ke Taiwan. Sedangkan untuk MV Sheng Te Tsai yang terdapat lebih dari 10 bekas peluru diperkirakan setelah dirapihkan akan melanjutkan operasi.
Menanggapi tuduhan pemerintah Indonesia bahwa kapal ikan Taiwan tanpa memasang bendera saat melewati Selat Malaka, Huang juga menyampaikan, berdasarkan Hukum Laut Internasional, kapal ikan belum tentu harus patuh kepada hukum memasang bendera negara, hanya saja pemerintah kita juga berharap saat kapal ikan melewati sebuah area demi kemudahan untuk identifikasi meminta agar memasang bendera Republik Tiongkok. Huang juga menyampaikan, berdasarkan lacakan dari VMS kecepatannya adalah 5 Mil/jam, sehingga tidak mungkin kapal ikan melakukan penangkapan ilegal.
Huang menyampaikan : VMS dapat mendeteksi kecepatan dan arah kapal, apabila VMS berhenti maka menunjukan kemungkinan anda sedang beroperasi. 5 Mil/jam, yaitu 5 knot, kapal melaju dengan kecepatan lebih dari 5 mil tidak mungkin bisa beroperasi.
Menlu David Lin menuturkan, ada perbedaan antara penjelasan resmi Indonesia dengan informasi yang kita ketahui, setelah FA-COA mengumpulkan informasi terkait, pemerintah akan membandingkan penjelasan dari kedua belah pihak. Ia menyampaikan, Kemlu dan FA-COA akan bekerjasama sepenuhnya, bersama-sama mencari jalan keluar yang paling baik dan kembali menegaskan, apapun kenyataanya, pihak Taiwan tidak dapat menerima sikap kapal patroli Indonesia menggunakan kekerasan yang sudah diluar batas.