History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Biro Perikanan Investigasi Kapal Korban Penembakan

  • 24 March, 2016
  • Editor
Biro Perikanan Investigasi Kapal Korban Penembakan
Dua kapal ikan Liuqiu Pingtung yang ditembak oleh kapal pemerintah Indonesia

(Taiwan, ROC) – Dua kapal ikan Liuqiu, Pingtung yang ditembak oleh kapal pemerintah Indonesia yaitu MV Sheng Te Tsai (聖德財) dan MV Lien I Hsing No. 116 (連億興116號), dimana MV Sheng Te Tsai yang meninggalkan 10 lubang bekas tembakan peluru. Biro Perikanan hari ini (24/03) setelah melalui 2 hari perjalanan laut, pada subuh hari ini telah berhasil membawa 2 kapal tersebut ke pelabuhan di Singapura.

Direktur Jenderal Biro Perikanan, Huang Hung-yuan (黃鴻燕) mengatakan, “Kedua kapal kita, pada subuh hari ini sekitar pukul 5,6 telah memasukki Singapura, Biro Perikanan kemarin telah mengutus 2 rekan kerja menuju kesana. Kami melalui bantuan Kementerian Luar Negeri dan pertolongan Kantor Perwakilan di Singapura akan menuju kapal tersebut untuk melakukan pemeriksaan dan mempelajari kejadian kasus tersebut.”

Dua kapal Liuqiu, Pingtung, MV Sheng Te Tsai dan MV Lien I Hsing No. 116 pada tanggal 21 subuh hari, memasukki area selat Malaka yang merupakan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Pada saat berencana untuk menuju Singapura untuk menurunkan muatan ikan, mendapat serangan tembakan dari kapal pemerintah Indonesia. Berdasarkan informasi dari pihak pemerintah Indonesia mengatakan bahwa, kapal tersebut telah melanggar dengan menangkap ikan di ZEE. Namun pemerintah Taiwan berdasarkan data dari sistem pemantau kapal (VMS) mengatakan, bahwa kedua kapal pada saat tersebut tidak melanggar peraturan. Oleh karena itu, Biro Perikanan pada tanggal 23 telah mengutus 2 rekan kerja dari bidang Perikanan Laut Lepas menuju Singapura sebagai rasa perihatin dan mewawancarai serta menggumpulkan data-data terkait.

Segera setelah menyiapkan pasokkan di Singapura, MV Sheng Te Tsai akan kembali beroperasi. Sedangkan MV Lien I Hsing No. 116 memutuskan untuk tidak beroperasi, dan kembali lebih awal ke Taiwan dikarenakan pihak keluarga kapten kapal Chen Fu-yi yang mengkhawatirkan keadaanya.

Ketua Asosiasi Nelayan Daerah Liuqiu, Tsai Pao-hsing (蔡寶興) hari ini mengatakan, pemilik MV Sheng Te Tsai, Lee Chang-hsi (李長禧) meminta dirinya untuk menyampaikan kepada pemerintah untuk mengawasi kasus ini. Meminta pemerintah Indonesia untuk memohon maaf dan mengganti rugi serta memberikan hukuman kepada petugas yang lalai.

Komentar

Terbarumore