(Taiwan, ROC) – Komisi Lingkungan dan Sosial Yuan Legislatif hari ini (24/03) meminta Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Chen Hsiung-wen (陳雄文) hadir dalam sidang interpelasi dan menyampaikan laporannya.
Hal tersebut dilakukan terkait adanya laporan dari media masa, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid yang pada hari sebelumnya menyampaikan, bahwa beberapa Buruh Migran Indonesia (BMI) yang berada di beberapa negara-negara demokratis Asia Timur, termasuk Taiwan yang merupakan negara Asia Pasifik tujuan penempatan BMI, telah menjadi target perekrutan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)
Menaker Chen Hsiung-wen mengatakan, saat ini masih belum mendapat informasi terkait, namun Kemenaker tidak akan memandangnya setengah hati dan akan secara khsusus mengawasinya. Selain itu juga pada pagi hari ini, telah berkomunikasi pihak Keamanan Nasional dan Kementerian Luar Negeri.
Chen Hsiung-wen mengatakan, “Kami sampai saat ini masih belum mendapatkan informasi terkait hal ini. Namun kita juga terhadap informasi ini telah bersiap siaga. Kami juga akan segera bersama pihak Keamanan Nasional dan Kementerian Luar Negeri, mempelajari lebih lanjut.”
Menaker juga mengatakan, Tenaga Kerja Asing (TKA) yang akan masuk Taiwan, membutuhkan Surat Kelakuan Baik, bukti tidak pernah melakukan tindak kejahatan dan masih harus melakukan wawancara, baru dapat datang bekerja ke Taiwan. Untuk tahap saat ini, Kemenaker akan berkomunikasi dengan pihak Keamanan Nasional untuk mengumpulkan data terkait, seperti cara yang dipergunakan oleh organisasi ISIS dan sebagainya. Selain itu juga akan menginformasikan kepada para majikan agar dapat memperhatikan para TKA yang dipekerjakannya memiliki tanda-tanda terkait. Apabila ditemukan bukti-bukti terkait, dapat langsung memutuskan kontrak dan dideportasi.